Padang, (Antaranews Sumbar) - Pengamat transportasi publik Universitas Andalas (Unand) Padang, Yossyafra Phd menilai pengoperasian kereta api ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) akan efektif jika akses menuju stasiun lebih mudah dan lebih banyak tempat pemberhentian.
"Adanya moda angkutan alternatif yaitu kereta api ke BIM merupakan hal yang baik dilihat dari sistem transportasi publik karena memberikan pilihan bagi calon penumpang, namun harus mudah diakses," kata dia di Padang, Kamis.
Menurutnya pengunaan kereta api bandara memiliki beberapa kelebihan diantaranya jadwal keberangkatan yang lebih pasti, keberadaanya terjamin dan frekuensi lebih teratur.
Oleh sebab itu untuk meningkatkan jumlah pengguna dapat dilakukan dengan memberikan akses yang tinggi dan luas kepada calon pengguna kereta api untuk mencapai stasiun.
Hal itu dapat dilakukan dengan memperpanjang rute operasi dan memperbanyak titik temu dengan moda angkutan lain seperti angkutan umum, Trans Padang, taksi, ojek dan lainnya, kata dia.
Ia menyarankan kereta api bandara agar lebih efektif dapat dioperasikan mulai dari Pulau Air kemudian singgah di Lapai, Basko Mall, dan Tabing.
Perpanjangan rute sampai Pulau Air ini bertujuan mengambil potensi penumpang dari daerah Selatan Padang dan Pesisir Selatan sehingga penumpang akan semakin banyak, katanya.
Baca juga: Uji coba, KA bandara tersangkut di stasiun belakang Basko
Untuk itu ia menyarankan perlu perencanaan yg komprehensif dari sisi operasional dan marketing oleh pihak KAI.
Kemudian, hal lain juga yang harus ditingkatkan oleh PT KAI sebagai operator adalah mempromosikan kelebihan penggunaan KA Bandara agar masyarakat tertarik menggunakannya.
Harus ada sinergi dengan pemangku kepentingan terkait agar stasiun lebih mudah diakses lewat pengaturan rute angkutan umum," tambahnya.
Pada sisi lain ia juga menyarankan harga tiket kereta bandara harus kompetitif agar bisa bersaing dengan moda lainnya.
Ia memberi contoh saat ini jika masyarakat menggunakan taksi dari pusat kota ke bandara ongkosnya sekitar Rp120 ribu, jika bertiga tentu masing-masing orang kena Rp40 ribu, maka harga tiket kereta harus dibawah itu agar bisa bersaing.
Baca juga: Kereta Bandara Minangkabau segera diuji coba
Tidak hanya itu, PT KAI juga harus memastikan pengguna nyaman saat menaiki kereta bandara sehingga bisa menjadi pilihan.
Ia menilai saat ini akses dari pusat kota Padang menuju bandara hanya ada dua jalur yaitu jalan Hamka dan Jalan Bypass.
"Dengan adanya kereta bandara ada pilihan apalagi jika akses dua jalan tadi ada kendala," kata dia.
Sebelumnya Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menetapkan Minangkabau Ekspres sebagai nama kereta api BIM - Simpang Haru, Padang.
Nama itu dipilih dari tiga nama yang sebelumnya disiapkan yaitu Pedati Expres, Ranah Minang Expres dan Minangkabau Expres.
KA yang terdiri dari lima rangkaian gerbong kapasitas 200 orang itu direncanakan beroperasi pada April atau Mei 2018.
