Sebagai KEK, Mentawi dan Pesisir Selatan difokuskan pada pariwisata

id wagub

Sebagai KEK, Mentawi dan Pesisir Selatan difokuskan pada pariwisata

Wagub Sumbar Nasrul Abit (Antara)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Dua kawasan ekonomi khusus di Sumatera Barat akan difokuskan pada bidang pariwisata yang menjadi unggulan daerah ini.

"Kita sedang berupaya mengembangkan pariwisata di Sumbar karena itu dua KEK yang direncanakan masing-masing di Kawasan Mandeh Pesisir Selatan dan Mentawai difokuskan pada bidang itu," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Padang, Sabtu.

Percepatan pembentukan KEK telah dilakukan, salah satunya dengan studi banding ke Sumatera Utara yang lebih dahulu mengembangkan dua kawasan untuk ekonomi masing-masing Sei Mangkei yang berlokasi di Kabupaten Simalungun dan Otorita Danau Toba.

Meski tidak keduanya fokus pada pariwisata dan hanya satu yang spesifik memilih KEK tetapi cukup banyak yang bisa dipelajari dan diterapkan di Sumbar, katanya.

"Sekarang KEK di Sumbar masih dalam tahap persiapan. Nanti kita tawarkan apakah tetap KEK atau menggunakan sistem otoritas," katanya.

Nasrul mengatakan ia bersama pihak terkait telah menjadwalkan pada Minggu (25/2) melakukan peninjauan langsung ke Mentawai untuk melihat kesiapannya.

Jika persiapan benar-benar telah matang segera dilakukan analisis dampak lingkungan (amdal) kemudian diusulkan pada Dewan Nasional KEK.

Dukungan Mentawai menjadi KEK diberikan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat berkunjung ke Sumbar pada pelaksanaan HPN 2018.

Menurutnya, jika lahan yang tersedia di sana sesuai dengan data 2600 hektare tidak sulit mewujudkannya menjadi KEK.

"Mentawai telah memiliki modal besar di bidang pariwisata, ombaknya masuk sepuluh besar dunia untuk selancar dan telah menjadi tujuan wisata peselancar profesional tiap tahun. Jika syaratnya terpenuhi KEK Mentawai bisa segera terwujud," katanya saat menghadiri HPN 2018 baru-baru ini. (*)

Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.