Akademisi harapkan pemda libatkan kampus bahas dan teliti konservasi

id Fachrul reza

Akademisi Biologi STKIP PGRI Sumbar Fachrul Reza, M. Si (Antara) (Antara Sumbar/M R Denya)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Akademisi bidang Biologi dari STKIP PGRI Sumatera Barat Fachrul Reza, M. Si berharap pemerintah daerah setempat memaksimalkan keterlibatan dosen dan kampus dalam melaksanakan konservasi sumber daya hayati.

"Meski telah ada lembaga khusus, penelitian dan analisis di kampus tentang konservasi harus lebih dimanfaatkan," kata dia di Padang, Sabtu.

Menurutnya baik di kampus swasta maupun negeri di Indonesia terdapat ratusan ahli biologi bidang konservasi, baik untuk habitat di darat maupun perairan.

Akan tetapi saat ini kebanyakan dosen dan peneliti tersebut bergerak sendirian atau skala laboratorium.

Akibatnya analisis dan penelitian yang telah menahun tidak dapat teraplikasikan kepada masyarakat dengan tepat.

Sebagai contoh di Sumbar yang memiliki ahli bidang konservasi sumber daya hayati di beberapa kampus seperti Universitas Andalas, STKIP, Muhamadiyah, UBH dan UNP.

Akan tetapi bila diperhatikan baru segelintir yang terlibat dalam konservasi dari program Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Sebagian besar lebih banyak bergerak secara individu dalam bentuk penelitian, observasi, seminar dan menulis jurnal.

Atau membentuk komunitas di dalam maupun luar kampus untuk menyuarakan pentingnya konservasi atau perlindungan makhluk hidup tersebut.

"Ini penting untuk dapat mengantisipasi kemungkinan dari pembangunan infrastruktur yang mengganggu konservasi, " ujarnya.

Menurutnya bila ada keterlibatan lebih dari dunia kampus, tentu akan diciptakan solusi untuk membangun jalan tanpa harus mengorbankan habitat tanaman dan hewan.

Meski demikian hal ini berdasarkan komitmen antara pemerintah dan kampus.

Artinya pemda harus dapat menerima bila masukan kampus memberatkan, sebaliknya kampus harus mencarikan solusinya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungam Hidup Padang Al Amin mengatakan kinerja pelestarian lingkungan seharusnya dilaksanakan semua pihak.

Hal ini dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab dan bukan semata mengandalkan program.

Misalnya dalam mengumpulkan sampah bukan hanya berdasarkan program pemerintah namun juga inisiatif berbagai pihak seperti kampus atau sekolah dalam menciptakan program untuk pengelolaannya. (*)

Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar