Ini dia si "ratu sampah" dari Bandung

id ratu sampah

Amilia Agustin. (Istimewa/wordpress.com)

Bandung, (Antaranews Sumbar) - Amilia Agustin (21), seorang mahasiswi asal Bandung yang diberi julukan "Ratu Sampah Sekolah" karena kepeduliannya terhadap masalah sampah sejak di bangku SMA, kini mengembangkan aktivitasnya terkait pengelolaan sampah di Bali.

Ami, sapaan Amilia Agustin, ketika berbincang lewat layanan WhatsApp dengan Antara, Minggu, menuturkan saat ini dirinya berkuliah di salah satu universitas di Bali.

Kepedulian Ami terhadap sampah dimulai sejak berumur 12 tahun, yakni dengan membuat bank sampah di SMAN 11 Kota Bandung.

Selain itu, pada tahun 2009 ia juga aktif memberikan sosialiasi daur ulang sampah kepada ibu-ibu dan membuat program "Go to Zero Waste School".

Atas segala kepeduliannya tersebut, pada tahun Ami berhasil terpilih sebagai pemenang apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards tahun 2010 kategori lingkungan.

Ia menuturkan pada awalnya ia hanya berniat untuk menuntut ilmu tanpa melakukan kegiatan lain di luar perkuliahan selama di Bali.

Namun, semangatnya untuk membuat perubahan, khususnya yang berkaitan dengan kepedulian terhadap masalah sampah.

Selama berkuliah di Bali, Ani memutuskan untuk membuat komunitas dengan nama Udayana Green Community, yakni sebuah komunitas yang bergerak di permasalahan lingkungan.

"Kegiatan utamanya fokus juga di pengelolaan sampah tapi sekarang lebih ke sosialisasi pengelolaan sampah ke tingkat dasae, jadi ke sekolah-sekolah dan masyarakat gitu," kata Ami.

Dia bergabung dengan lembaga kegiatan mahasiswa, sehingga ia merasa memiliki masa untuk membuat suatu pergerakan karena permasalahan sampah itu bersifat luas jadi dapat dilakukan di mana saja.

"Selain di sampah, aku dan temen-temen juga fokus di hak anak sih khususnya pendidikan," lanjut Ami.

Saat ini relawan di komunitas tersebut sudah ada sekitar 30 orang.

Ami menuturkan akan tetap peduli terhadap lingkungan selama ia masih ada di bumi ini dan hal tersebut yang membuat Ami semangat untuk membuat pergerakan ini.

Ia mengaku hampir tidak mendapatkan hambatan selama melakukan kegiatannya di Bali, bahkan masyarakat di sana merespon baik dan ikut membantu. Ami berharap semakin banyak masyarakat yang peduli pada lingkungan, khususnya anak muda.

"Saya juga berharap ketika melakukan pergerakan seperti ini hasilnya bukan hanya sekedar angka, namun juga perubahan nyata untuk masyarakat," kata dia. (*)

Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar