
Pasaman Barat Miliki Potensi Ikan Kerapu Ekspor
Senin, 28 Agustus 2017 19:47 WIB

Simpang Empat, (Antara Sumbar) - Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), memiliki potensi ikan kerapu kualitas ekspor di Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas.
"Saat ini produksi ikan kerapu pada 2016 di Pasaman Barat sebanyak 1.240 kilogram. Masih rendah dan butuh pengembangan lebih jauh," kata Bupati Pasaman Barat, Syahiran di Simpang Empat, Senin.
Ia menambahkan pengembangan potensi ikan kerapu sangat baik dilakukan di Air Bangis. Namun, dibutuhkan komitmen bersama untuk pengembangannya.
"Kemauan ini tidak hanya bisa datang dari pemerintah saja. Masyarakat juga harus mendukungnya," ujarnya.
Menurutnya saat ini ikan kerapu yang ada juga ada diekspor keluar negeri. Namun masih dalam jumlah terbatas.
Sementara Kepala Dinas Perikanan Pasaman Barat, Arial Effendi menambahkan nelayan dalam budi daya ikan kerapu mengalami kesulitan karena harga yang rendah dibandingkan dari daerah lainnya.
"Tentu kita berupaya bagaimana ikan kerapu yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Selain itu juga mencarikan pasar yang jelas," sebutnya.
Ia mengemukakan secara umum Pasaman Barat memiliki potensi ikan yang melimpah. Namun diperlukan keseriusan semua pihak.
Potensi budi daya laut mencapai 1.050 hektare, budi daya air payau 2.400 hektare, budi daya air tawar seluas 9.364 hektare, perairan umum 750 hektare dan mina padi 1.070 hekatare.
Menurutnya, sejumlah permasalahan yang dihadapi nelayan diantaranya adalah kuota BBM untuk nelayan masih kurang, modal dan akses permodalan masih terbatas, jaminan keselamatan masih rendah, harga pakam ikan tinggi, pasar ikan kerapu belum konsisten dan sarana prasarana perikanan masih rendah.
Terhadap permasalahan itu pihaknya akan berupaya menggaet berbagai bantuan baik dari provinsi maupun pusat.
"Mudah-mudahan ke depannya nelayan Pasaman Barat dapat meningkatkan kesejahteraan dengan penghasilan yang bertambah," harapnya. (*)
Pewarta: Altas Maulana
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
