Sumbar Tender 75 Persen Kegiatan Hingga Juni

id tender proyek

Ilustrasi - Tender proyek. (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) telah melaksanakan 75 persen proses tender hingga Juni 2017, dari 534 kegiatan yang masuk dalam data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP).

"Sudah 410 kegiatan atau sekitar Rp624 miliar dari total anggaran Rp868 miliar pada 2017," kata Kepala Biro Administrasi Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Daerah Sumbar, Wardarusmen di Padang, Selasa.

Menurutnya paket kegiatan yang bisa diproses adalah yang telah memiliki kelengkapan administrasi, serta masuk dalam proses perencanaan dan penyusunan anggaran sejak awal.

Kegiatan yang tiba-tiba muncul, tanpa melewati seluruh proses itu belum bisa diakomodasi hingga harus ditunda pelaksanaannya setelah APBD Perubahan ditetapkan, bahkan bisa dibatalkan.

"Kita tidak bisa main-main lagi dalam proses ini. Kegiatan yang naik di jalan itu, kalau dipaksakan juga, pasti menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," tambahnya.

Ia mengemukakan dari 134 paket kegiatan yang belum ditender hingga saat ini sebagian tersangkut masalah tersebut.

Sebagian lagi paket kegiatan yang bersumber dari APBN pada Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian Sumbar, terkendala regulasi tekhnis yang belum datang.

Wardarusmen mengatakan untuk 134 paket tersebut, jika merupakan proyek fisik dan waktu yang tersedia dinilai tidak memungkinkan pekerjaan bisa selesai, maka akan diambil kebijakan untuk menunda tahun depan.

"Kita transparan terkait hal ini. Kalau memang tidak bisa, tidak perlu dipaksakan karena hasilnya pasti tidak maksimal. Lebih baik ditunda tahun depan," ujarnya.

Terkait wacana rendahnya serapan anggaran Sumbar hingga Juni 2017, ia mengemukakan tidak memiliki wewenang terkait hal itu. Namun, kalau benar ia memprediksi karena kegiatan masih dalam proses pengerjaan.

"Akhir tahun setelah pekerjaan selesai, serapan anggaran biasanya akan melonjak signifikan," tambahnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar