
Sumbar Verifikasi Kerusakan Lahan Pertanian Akibat Banjir
Senin, 22 Februari 2016 12:15 WIB

Padang, (Antara) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), melakukan verifikasi terhadap ribuan hektare lahan pertanian yang dilaporkan rusak akibat banjir pada awal Februari 2016, agar bisa diusulkan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.
"Setelah diverifikasi, kita segera usulkan ke pusat. Mudah-mudahan, bisa mendapatkan bantuan benih melalui Cadangan Benih Nasional (CBN)," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Sumbar, Besli di Padang, Senin.
Ia menambahkan, untuk petani yang lahan pertaniannya terimbas bencana sehingga puso (gagal panen) memang bisa mendapatkan bantuan benih hingga 20 kilogram dari pemerintah.
Menurutnya, jika akhir Februari diusulkan, pada Maret, bantuan tersebut sudah bisa diterima petani.
Data Dinas Pertanian Sumbar, lahan pertanian terdampak bencana banjir memang cukup luas, mencapai 2.752 hektareyang tersebar pada delapan kabupaten/kota, masing-masing Kabupaten Pasaman, Limapuluh Kota, Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, Sijunjung, Kota Payakumbuh dan Kota Solok.
Dari jumlah tersebut, 218 hektare dilaporkan mengalami gagal panen (puso).
Ia mengatakan, selain bantuan benih, Pemprov Sumbar juga mengupayakan agar irigasi yang rusak akibat banjir segera diperbaiki menggunakan anggaran 2016.
Irigasi jadi prioritas, diantaranya melalui program rehap jaringan, ujarnya.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sumbar Zulfiatno mengatakan, bencana banjir beberapa waktu lalu merusak cukup banyak jaringan irigasi dan bendungan.
"Data kami, ada 42 titik sarana irigasi yang terdampak banjir dan enam titik bendungan," sebutnya.
Ia menambahkan, untuk kerusakan tersebut, pihaknya sedang mengusahakan bantuan penanganan darurat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan kementerian tekhnis terkait.
"Mudah-mudahan kita dapat bantuan itu," lanjutnya. (*)
Pewarta: Agung Pambudi
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
