Pedagang Terompet Musiman Semarak di Pariaman

id Pedagang, Terompet, Musiman

Pariaman, (AntaraSumbar) - Pedagang terompet musiman mulai marak ditemukan di Kota Pariaman sehari menjelang pergantian tahun 2015 ke 2016.

Salah seorang pedagang terompet musiman, Ambun Sori (49) di Pariaman, Kamis, mengatakan usaha berdagang terompet sudah ia tekuni sejak empat tahun terakhir.

"Ini merupakan keempat kalinya saya menjual terompet saat pergantian tahun baru masehi datang," kata dia.

Ia mengaku menjual terompet merupakan usaha sampingan yang dilakukan guna mencukupi kebutuhan sehari-hari, dimana biasanya ia menjual goreng pisang di pinggir jalan Raya Bayy Pass Pariaman.

Terompet itu ia beli dari salah seorang pedagang lainnya di kota itu, untuk satu buah terompet berukuran sedang dengan panjang kurang lebih 30 centimeter dihargai dengan Rp8.000.

"Tahun ini saya menjual kurang lebih 75 buah terompet, nanti kalau habis terjual bisa dipesan lagi ke agenya," kata Ibu tujuh orang anak tersebut.

Sementara itu, Feri (35) salah seorang pedagang sekaligus pembuat terompet mengaku usaha tersebut sudah digelutinya mulai sejak lima tahun terakhir.

Ia mengatakan pada 2015 ia bersama keluarganya sudah membuat 1000 buah terompet untuk dijual di kota itu.

Selain membuka lapak di beberapa titik lokasi yang strategis, ia bersama dengan lima anggota lainya juga berkeliling kota untuk menjual terompet.

"Berkeliling Kota Pariaman merupakan salah satu strategi kami dalam menjual terompet, karena dengan cara seperti itu omset dari penjualan akan naik," kata dia.

Ia mengaku menjual terompet sudah dijadikan sebagai usaha keluarga saat pergantian tahun baru masehi datang, untuk bahan baku sendiri sebagianya di beli langsung di Kota Bukittinggi.

Biasanya setiap tahun terompet yang dihasilkan habis terjual, namun jika tersisa akan disimpan untuk kembali dijual pada tahun yang akan datang. (cpw)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.