Padang, (AntaraSumbar) - Para penyelam dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut bersama penyelam dari Marinir Lantamal II, Diskanlut Pesisir Selatan dan Diving Proklamator Universitas Bung Hatta membuat kebun transplantasi terumbu karang di perairan laut Pulau Aur, Painan, Pesisir Selatan.
Kepala BPSL Padang, Andry Indyusworo Sukmoputro di Padang, Rabu, menyebutkan kegiatan transplantasi terumbu karang tersebut merupakan realisasi dari MoU antara Kementrian Kelautan dan Perikanan RI dengan Korp Marinir TNI-AL dalam pelestarian terumbu karang dan sumberdaya pesisir laut.
Menurut dia, kegiatan tersebut dilakukan selain dari usaha rehabilitasi terumbu karang, juga bagian dari upaya menarik wisata selam yang sudah mulai digemari.
"Transplantasi ribuan bibit karang dilakukan dengan menggunakan subtract dari semen sebagai media tempat tumbuh yang di desain khusus dan ditempatkan di Pulau Aur Gadang Painan," ujarnya.
Nantinya, tambahnya, akan terbangun sebuah taman terumbu karang (reef garden) yang bangunannya terdiri dari ratusan cincin drainase dari semen, puluhan rak-rak yang terbuat dari besi yang diberi waring untuk penempatan ribuan subtract.
Sementara, Kapten Marinir Rahmat Iskandar dari Yonmarhan II Padang yang memimpin penyelam-penyelam dari Korps Marinir menyebutkan, kegiatan tersebut adalah bagian dari upaya menyelamatkan laut Indonesia dengan semboyan "Save Coral Reef, Save Litoral Our Life".
Ia menambahkan program ini secara nasional telah dicanangkan Korps Marinir yang acara puncaknya serentak dilakukan tanggal 16 Agustus 2015.
Ia mengatakan, sebelumnya penyelam-penyelam Marinir dan Diving Proklamator UBH telah memulai kegiatan ini di Pulau Sutan Kawasan Mandeh dan Pulau Kasiak Pariaman yang juga diikuti tim selam Tabuik Diving Club.
"Dalam waktu dekat juga akan dilakukan penanaman di Muaro Duo perairan Sungai Pisang, Padang," tambahnya.
Sedangkan penyelan dari Diving Proklamator, Mabruri Tanjung menyampaikan penempatan lokasi reef garden di Pulau Aur tersebut setelah sebelumnya bersama dengan tim BPSPL Padang dan Dinas Kelautan Perikanan Pessel melakukan survey untuk pemilihan lokasi.
Ia menyebutkan transplantasi karang yang dilakukan sejak tahun 2011 di Pulau Sironjong Gadang Kawasan Mandeh dan telah menunjukkan pertumbuhan yang subur.
"Saat ini di sana perlu segera dibuatkan jangkar permanent untuk tambat perahu nelayan yang memancing, karena ada beberapa yang mengalami kerusakan akibat buang jangkar sembarangan," tambahnya. (*)
