
Impor Sumbar Pada Maret 59,6 Juta Dolar
Rabu, 19 Agustus 2015 07:22 WIB

Padang, (Antara) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) merilis nilai impor di provinsi itu mencapai 59,6 juta dolar Amerika Serikat (AS) pada Juli 2015.
"Angka tersebut turun 17,45 persen dibanding impor bulan Juni 2015 yang mencapai 72,2 juta dolar AS," kata Kepala BPS Sumbar Yomin Tofri di Padang, Selasa.
Menurut dia golongan barang impor paling besar pada Juli adalah bahan bakar mineral sebesar 58,8 juta dolar AS dan golongan mesin-mesin serta peralatan mekanik sebesar 0,7 juta dolar AS.
Negara pemasok impor terbesar adalah Singapura sebesar 58,8 juta dolar AS dan Malaysia sebesar 0,4 juta dolar AS, ujar dia.
Ia menyebutkan pada Juli 2015 terlihat impor dari Singapura menduduki tempat teratas dengan peran 73,06 persen, Malaysia 14,04 persen, dan Italia 0,09 persen.
Ia menambahkan secara kumulatif nilai impor Sumatera Barat Januari-Juli 2015 mencapai 388,8 juta dolar AS atau mengalami penurunan sebesar 38,93 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumbar Azwir mengatakan impor tersebut semuanya masuk dari pelabuhan Teluk Bayur Padang.
Impor melalui pelabuhan bongkar Teluk Bayur turun sebesar 17,45 persen dibanding bulan sebelumnya, ujar dia.
Sementara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, mengemukakan Pelabuhan Teluk Bayur Padang dapat menjadi salah satu rute alternatif persinggahan kapal karena semakin padatnya lalu lintas di perairan Selat Malaka.
Direktur Komersial dan Pengembangan Perusahaan Pelindo II, Saptono Rahayu Irianto mengatakan Teluk Bayur merupakan pelabuhan terbesar yang ada di kawasan Pantai Barat Sumatera, dan telah dilengkapi sejumlah fasilitas modern.
Saat ini Teluk Bayur telah dilengkapi dengan terminal kargo, terminal curah, terminal semen hingga terminal batu bara yang dapat melayani bongkar muat barang, ujar dia.
Ia mengatakan Pelabuhan Teluk Bayur merupakan salah satu pelabuhan samudra yang terbuka untuk pelabuhan internasional. (*)
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
