Logo Header Antaranews Sumbar

Lagarde: Perundingan Yunani Butuh Sikap "Lebih Dewasa"

Kamis, 2 Juli 2015 08:19 WIB
Image Print

Washington, (Antara/AFP) - Direktur Pengelola Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde, Rabu, mengatakan bahwa perundingan antara Yunani dan para kreditornya masih membutuhkan sikap "sedikit lebih dewasa."

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, dia mengatakan gagal bayar (default) negara itu pada utangnya kepada IMF pada Selasa, "jelas bukan perkembangan yang baik," karena mencegah Dana dari penyediaan pembiayaan lebih besar ke negara itu.

Dia mengatakan untuk bergerak maju, dan keuntungan dukungan lebih besar dari para kreditor resmi, Yunani harus melakukan reformasi struktural yang diperlukan di bawah program Uni Eropa-IMF lima tahun terakhir.

"Ada reformasi struktural, penyesuaian fiskal untuk memastikan negara itu berada pada jalur yang berkelanjutan," katanya kepada CNN.

Negara-negara anggota IMF "ingin melihat situasi diselesaikan
(dan) ketidakpastian dihapuskan," katanya.

"Mereka juga sangat tertarik bahwa masalah ini akan diselesaikan bahkan ditangani secara biasanya, dan mereka benar-benar tidak melihat alasan mengapa akan ada kasus khusus atau perlakuan khusus bagi negara tertentu."

"Apakah Anda melihat Irlandia atau Portugal di zona euro, atau apakah Anda melihat negara-negara lain di benua lain, situasi ini terjadi, negara-negara harus mengambil langkah-langkah keras."

Dia mengatakan ia peka terhadap kebutuhan orang-orang Yunani.

Bahkan sebagai kreditor yang menuntut pemungutan pajak kuat di Yunani, "mereka yang harus membayar terutama orang-orang yang paling kaya."

"Di sisi lain, jelas harus ada jaring pengaman sosial yang secara bertahap ditempatkan bagi orang-orang yang paling rentan."

Dia mengatakan bahwa sekalipun jika Yunani telah gagal pada pinjaman, IMF "akan tetap terlibat; ini adalah misi IMF."

Pada saat yang sama, ia menambahkan, "Mengingat tingkat ketidakpastian, kebingungan dan gerakan konstan, saya pikir sedikit (sikap) lebih dewasa masih akan diperlukan dalam negosiasi." (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026