
Posko lebaran 2026 ditutup, BIM layani 180.015 penumpang dan catat zero accident

Padang Pariaman (ANTARA) - PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) resmi menutup operasional Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026/1447 H yang telah berlangsung sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026.
Penutupan ditandai dengan apel resmi yang digelar di Bandara Internasional Minangkabau pada Senin, 30 Maret 2026, dipimpin langsung oleh General Manager BIM, Dony Subardono, bersama jajaran manajemen internal dan seluruh stakeholder bandara.
Apel tersebut diikuti unsur maskapai penerbangan, Pertamina, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Balai Karantina, Dinas Perhubungan, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta instansi terkait lainnya. Penutupan posko secara simbolis dilakukan dengan pelepasan rompi petugas.
General Manager BIM Dony Subardono mengatakan apel tersebut menandai berakhirnya pelaksanaan monitoring angkutan udara selama periode Lebaran 2026.
“Berkat sinergi yang erat antara PT Angkasa Pura Indonesia sebagai operator bandara dengan seluruh stakeholder, peningkatan lalu lintas penerbangan dan pergerakan penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 dapat dilayani secara optimal, dengan pencapaian utama zero accident,” ujar Dony.
Selama periode posko, BIM melayani sebanyak 180.015 penumpang, meningkat 6,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 159.515 penumpang.
Puncak arus penumpang terjadi pada 29 Maret 2026 dengan jumlah 10.596 penumpang, sekaligus menjadi rekor pergerakan penumpang harian tertinggi sepanjang kuartal I tahun 2026.
Dari sisi operasional penerbangan, BIM melayani 1.213 pergerakan pesawat, naik 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1.093 pergerakan.
Peningkatan trafik ini turut didukung oleh realisasi 139 extra flight dari sejumlah maskapai, seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Wings Air, pada rute Jakarta, Yogyakarta, Halim, Kuala Lumpur, Batam, Medan, serta sebaliknya.
Menurut Dony, seluruh persiapan yang dilakukan sebelum masa angkutan Lebaran, termasuk penguatan layanan, inovasi di terminal, serta koordinasi lintas stakeholder, berjalan sesuai prediksi dan mampu memberikan kenyamanan maksimal bagi penumpang.
“Berbagai detail layanan hingga inovasi baru di terminal seluruhnya kami hadirkan untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa selama berada di Bandara Internasional Minangkabau,” katanya.
Ia menilai capaian peningkatan trafik yang disertai zero accident semakin mempertegas peran strategis BIM sebagai pintu gerbang utama konektivitas udara di Sumatera Barat.
“Pertumbuhan trafik pada periode Angkutan Lebaran awal tahun 2026 ini menjadi motivasi bagi BIM untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, guna mendukung pariwisata serta perekonomian daerah di Sumatera Barat,” tutupnya. (***)
Pewarta: Miko Elfisha
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
