
Lapas Muaro Prioritaskan Pelayanan Napi Berpuasa

Padang, (Antara) - Lembaga Permasyarakatan kelas II A Muaro Padang, memprioritaskan pelayanan para narapidana (napi) muslim yang menjalani ibadah puasa, kata Kepala Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Lapas Muaro Kelas II A Padang, Darwan.
"Narapidana yang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan ini kami utamakan. Karena mereka menjalankan ibadah wajib agamanya," kata Darwan, di padang, Jumat (19/6).
Hal yang sama, katanya, juga dilakukan Lapas dalam hari besar agama lain selain Islam, untuk menjamin kebebasan beragama.
Darwan menyebutkan, untuk napi yang melaksanakan puasa pihaknya menyediakan menu sahur, menu berbuka, dan pelaksanaan shalat Tarwih.
"Sahur kami sediakan makan, waktu berbuka juga, termasuk takjilnya. Untuk malam hari dilaksanakan shalat Tarwih di masjid yang berada di lapas," katanya.
Takjil yang disediakan tersebut, katanya, berganti setiap harinya seperti kolak, cendol, dan lainnya. Pihak lapas pun menegaskan tidak menyediakan takjil yang menggunakan es.
Selain itu, kata Darwan, Lapas juga mengubah jam besuk yang awalnya dimulai dari Pukul 09.00 WIB - 13.30 WIB, diubah hingga pukul 17.00 WIB.
"Perubahan itu dengan harapan agar makanan yang diantarkan keluarga dapat digunakan untuk berbuka, dan masih baik saat sahur nanti," jelasnya.
Sebelumnya, saat ini pada Lapas kelas II A Muaro Padang, terdapat sebanyak 896 orang warga binaan. Dimana Sebanyak 845 orang di antaranya adalah muslim.
Sebelumnya pada Rabu (16/6) malam, di tempat itu juga telah diselenggarakan shalat Tarwih pertama.
Pada bagian lain, salah seorang narapidana korupsi Taufik (34), mengku kangen berbuka di rumah bersama keluarga.
"Ini sudah kedua kalinya saya menjalani puasa di lapas ini, saya merasa kangen berbuka puasa bersama di rumah," katanya yang dijatuhi hukuman selama empat tahun penjara.
Saat ditanyai tentang kesulitan berpuasa di Lapas, ia mengatakan di tempat itu sikap toleransi beragama masih ada.
"Ada juga yang tidak puasa, tapi mereka tidak mengganggu yang puasa. Ada ruangan khusus bagi mereka yang tidak puasa," katanya.
Taufik berharap, banyak pelajaran yang bisa diambilnya dalam Lpas tersebut, untuk kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti. (*)
Pewarta: Fathul Abdi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
