Logo Header Antaranews Sumbar

Tiga Oknum Polisi Bukittinggi Diduga Aniaya Warga

Kamis, 3 Januari 2013 19:01 WIB
Image Print

Bukittinggi, (ANTARA) - Tiga oknum Polisi di Polsek Kota Bukittinggi, Sumatera Barat diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Muryono (48), warga Jalan Perwira Ujung, Belakang Balok. Korban kepada wartawan di Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi, Kamis menyebutkan bahwa penganiayaan tersebut dilakukan dihadapan anaknya Jefri yang masih berumur lima tahun. Kapolsek Kota Bukittinggi Ediwarman, SH mengakui bahwa ketiga anggotanya yakni Guntur, Zulfan dan Datuk telah diperiksa oleh anggota Propam Polres Bukittinggi. "Akibat penganiayaan terjadi pada Rabu (2/1) sekitar pukul 17.30 WIB itu, saya mengalami rasa sakit pada dada, pipi sebelah kiri serta pinggang," kata Muryono. Penganiayaan dilakukan tiga oknum polisi tersebut bermula sewaktu korban yang sebagai petugas Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) memeriksa kran air di WC di Jenjang Gudang. Biasanya WC yang dijaga Surti (40)--yang merupakan adik ipar korban--ternyata mulai dijaga orang lain. Saat itu korban menghubungi adik iparnya dan menayakan kenapa orang lain yang menjaga WC saat itu. "Waktu ditanya kepada adik ipar saya kenapa orang lain menjaga WC, dijawabnya bahwa memang orang tersebut sekarang mengambil alih menjaga WC," kata dia. Mendapat laporan dari adik iparnya itu, korban lantas menanyakan kepada penjaga WC yang baru itu. Keduanya sempat terjadi perdebatan. Oleh penjaga WC yang baru tersebut dihubungi temannya. "Waktu itu saya tak tahu siapa yang dihubungi yang bersangkutan. Pembicaraan yang bersangkutan mengatakan bahwa ada orang mabuk datang," menurut cerita korban. Sekitar pukul 18.00 WIB, satu dari ketiga orang yang datang ke lokasi tersebut langsung memukuli korban. Korban baru mengetahui ketiganya anggota Polisi karena dipinggangnya terselip senjata api. "Ketika saya terjatuh berguling di Jenjang Gudang sambil minta ampun, saya terus dipukuli dan ditendang. Setelah itu saya dinaikkan ke dalam mobil Kijang. Saat dinaikkan ke dalam mobil saya juga dipukuli lagi," katanya. Kepala Kepolisian Resor Kota Bukittinggi AKBP Eko Nugrohadi didampingi Kasat Reskrim AKP Rendra Eko mengatakan, pihaknya belum mengetahui siapa pelaku penganiayaan karena masih dalam penyelidikan. "Keterangan korban saat melapor pada Rabu (2/1) sekitar pukul 20.00 WIB memang anggota yang melakukannya. Kami masih melakukan penyelidikan sehingga tak bisa menyampaikan jenis penganiayaan yang dialami korban," kata dia. (*/ham/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026