Logo Header Antaranews Sumbar

Marwan Jafar: Gotong Royong Cegah Konflik

Selasa, 10 Maret 2015 13:33 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan konflik antarmasyarakat di perdesaan yang kerap terjadi dapat dicegah dengan rasa solidaritas dan gotong royong. "Untuk mengantisipasi beragam konflik, perlu kembali dibudayakan jiwa gotong royong karena dalam kehidupan, masyarakat tidak terlepas dari interaksi sosial yang tidak akan bisa sendiri. Sikap ini penting untuk dibudayakan sebagai tonggak revolusi mental di masyarakat," kata Marwan di Jakarta, Selasa. Kerugian yang harus ditanggung oleh masyarakat dan juga pemerintah cukup besar apabila terjadi konflik. Tidak hanya harta, dan jiwa tapi kerusakan sarana dana prasarana yang sudah terbangun. "Persoalan hanya sehari, tapi risikonya bertahun-tahun," tambah dia. Jika sudah konflik, masyarakat dipenuhi rasa curiga. Masyarakat Indonesia, katanya, dikenal dengan sikap ramah, kekeluargaan dan jiwa gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Melalui cara itu, dapat mempermudah dan memecahkan masalah tanpa harus mengeluarkan dana dan paling efisien. Konflik yang terjadi, kata Menteri kelahiran Pati, Jawa Tengah itu, karena sikap rasa gotong royong sudah mulai memudar dan pergeseran nilai-nilai budaya. Namun dirinya masih sangat meyakini bahwa gotong royong masih tetap terjaga oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. "Masyarakat harus disadarkan tentang kebersamaan dalam kesatuan NKRI," jelas dia. Dalam misi dan tujuan pemerintah untuk memuliakan dan memperkuat desa, salah satunya adalah dalam soal kemasyarakatan yang menyatakan, memelihara kerukunan sosial dan kegotongroyongan. Peran kepala desa sebagai pengawas daerahnya harus lebih intensif menyatukan visi dan misi masyarakatnya. Harus perbanyak koordinasi antar desa dan bukan persaingan program pembangunan. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026