Padang Aro, (Antara) - Buah manggis asal Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), sudah mulai diekspor ke negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Seorang pengumpul buah manggis di Kecamatan Sungai Pagu, Supriadi (40), Senin, menyebutkan selain diekspor, manggis asal daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Kerinci Jambi ini juga dipasarkan ke luar daerah seperti Surabaya, Jawa Timur, Bandung Jawa Barat dan Jakarta. Manggis ekspor, sebutnya, ia jual seharga Rp25.000 per kilogram, sementara untuk pasar lokal Rp6.000 per kilogram. Dalam sehari, katanya, ia mengaku mampu mengumpulkan 1--2 ton buah manggis dalam sehari. "Manggis ini akan disortir terlebih dahulu untuk dipisahkan antara layak ekspor atau untuk pasar lokal," katanya. Ia menjelaskan, dalam menyortir manggis ada tiga kriteria yang harus dilalui, yakni bagian telinga, tubuh buah manggis dan yang terakhir adalah ukurannya. Untuk buah manggis ukuran besar dalam satu kilogram berisi tujuh buah, sementara untuk ukuran kecil satu kilogramnya berisi 12 buah manggis. Solok Selatan pada November 2014 telah ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian sebagai pusat produksi manggis. Daerah yang berjarak sekitar 135 kilometer dari Kota Padang itu sekarang memiliki luas perkebunan manggis 344 hektare. "Luas lahan perkebunan manggis di Solok Selatan hingga kini mencapai 344 hektare dan sudah berproduksi 144 hektare yang berisikan 18 ribu batang pohon. Sisanya masih berusia dua tahun sebanyak 200 hektare," kata Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Solok Selatan, Akhirman. Ia menyebutkan, produksi manggis Solok Selatan pada saat ini baru 80 ton per tahun saat ini. Pihaknya menargetkan produksi buah yang dikenal dengan "queen fruit" ini produksi mencapai 7.000 ton tahun 2025. (*/jno)
Buah Manggis Solok Selatan Mulai Diekspor
Seorang pekerja menyortir buah manggis di Solok Selatan. (antarasumbar)
