Mengacu pada Buku Kota Pariaman Dalam Angka 2007, jumlah penduduk Kota Pariaman tercatat sebanyak 77.201 jiwa, yang terdiri dari 37.118 laki-laki dan 40.063 perempuan. Dengan komposisi seperti ini berarti sex ratio sebesar 92,70 persen. Sedangkan rata-rata tingkat kepadatan penduduk terhitung sebesar 1052 jiwa/km. Jumlah terbanyak adalah kecamatan Pariaman Tengah yakni 32.339 jiwa. Rincian luas daerah, jumlah dan kepadatan penduduk dapat dilihat pada tabel berikut:KecamatanLuas (km) Jumlah Penduduk Kepadatan (org/km)Pariaman Utara 28,45 24.188 850,20Pariaman Tengah 23,77 32.338 1360,49Pariaman Selatan 21,14 20.674 977,29Jumlah 73,36 77,201 1.052,96Penduduk Kota Pariaman adalah ras Minangkabau dan menggunakan bahasa Minang. Mereka dikenal sebagai bangsa yang ulet dan unik yang memadukan nilai-nilai adat dengan agama (Islam) dalam kehidupan sehari-hari serta menganut sistim kekerabatan matrilinial (menurut garis ibu). Falsafah hidup adalah:Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.Tiga unsur kepemimpinan informal sangat dominan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu ninik mamak (pimpinan adat), cerdik pandai, (kaum intelektual) dan ulama. Istilah kepemimpinan tersebut diungkapkan dalam istilah: tali tigo sapilin, tungku tigo sajarangan. Ketiga unsur tersebut saling bergandengan dalam menjalankan fungsinya, tidak ada saling mendominir. Sampai saat ini ketiga unsur tersebut masih berperan di tengah masyarakat dan mereka ikut aktif berpartisipasi dalam semua proses pembangunan, baik sektor budaya, politik dan pemerintahan. Tak heran motto yang disandang Pemerintah Kota Pariaman: Sabiduak Sadayuang.demografiJumlah penduduk menurut umur pada tahun 2006 memperlihatkan bahwa penduduk usia muda di bawah 15 tahun tergolong tinggi, yaitu 27.073 jiwa atau sekitar 35,07% dari seluruh penduduk Kota Pariaman. Komposisi seperti itu menggambarkan bahwa rasio ketergantungan usia khususnya usia muda masih tergolong tinggi. Berarti beban tanggungan ekonomi oleh penduduk usia produktif (15-64 tahun) tergolong berat.Secara umum perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan perempuan hampir mendekati satu, yaitu 0,92 artinya jumlah penduduk perempuan lebih banyak dari laki-laki. Ini terlihat pada kelompok umur 15-19 tahun ke atas. Angkatan Kerja dan Tingkat ProduktivitasdemografiBerdasarkan data yang dihimpun dalam Buku Statistik Angkatan Kerja Kota Pariaman tahun 2006 dapat dijelaskan hal-hal berikut:Penduduk Usia Kerja yang berumur 10 berjumlah 59.610 jiwa, yang terdiri dari laki-laki 27.948 dan perempuan 31.662. Dari jumlah tersebut terdapat angkatan kerja sebanyak 27766 orang (46,58%). Jumlah angkatan kerja ini terdiri dari:Bekerja : 23.341 orang atau 39,16 persen (laki-laki: 14.698 orang atau 52,59% dan perempuan: 8.643 orang atau 27,30%) Mencari kerja: 4.425 orang atau 7,42 persen (laki-laki: 2.274 orang atau 8,14% dan perempuan: 2.151 orang atau 6,79%). Rincian jumlah pencari kerja ini terdiri dari tidak sekolah 31 orang, tidak/belum tamat SD 263 orang, tamat SD 704, SLTP 712, SLTA 2312, tamat akademi/diploma sebanyak 89 dan tamat perguruan tinggi 314 orang.Bukan Angkatan Kerja sebanyak 31.844 orang (53,42%) terdiri dari: * Sekolah : 15,701 orang (26,34%) * Mengurus RT: 9.857 orang (16,54%) * Lainnya : 6.286 orang ( 10,55% )Kegiatan terbanyak yang dilakukan berdasarkan jumlah jam kerja adalah di sektor jasa, kemudian diikuti oleh perdagangan dan pertanian.Adanya perubahan karakteristik demografi dan ekonomi mempengaruhi karakteristik angkatan kerja. Begitu pula dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), yakni persentase dari angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja dipengaruhi berbagai faktor demografi dan sosial ekonomi. Faktor tersebut antara lain: umur, status perkawinan, tingkat pendidikan, pendapatan dan lainnya.Untuk Kota Pariaman, seperti halnya di daerah lain, kondisi TPAK laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan. Hampir semua laki-laki yang telah mencapai usia kerja menunjukkan partisipasi yang nyata dalam kegiatan ekonomi. Dan pada umumnya TPAK laki-laki pada umur dewasa dengan titik puncak pada kelompok usia 25-34 tahun, yaitu sebesar 97,39 persen. Lebih menarik lagi pola TPAK Wanita mengalami fluktuasi pada dua titik puncak yaitu pada kelompok usia 20-24 tahun (62,20 persen) dan kelompok usia 35-44 tahun sebesar 57,69 persen.Masalah kompleks yang tengah menjadi sorotan saat ini adalah pengangguran. Informasi tersebut dapat dilihat dari jumlah pencari kerja terhadap jumlah angkatan kerja, yang sering disebut dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). TPT Kota Pariaman adalah sebesar 15,94 persen (4425 orang) dari angkatan kerja yang sedang aktif mencari kerja. Dari angka ini, TPT laki-laki sekitar 13,40 lebih rendah dari perempuan yang jumlahnya mencapai 19,93 persen.Dampak lain tentunya dari segi pemanfaatan tenaga kerja yang kurang optimal. Angka ini dapat dilihat dari Angka Setengah Pengangguran, artinya mereka bekerja kurang dari jam kerja normal yakni 35 jam seminggu. Di Kota Pariaman jumlah mencapai 27,20 persen. Untuk yang ini, perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki. Tingginya angka setengah pengangguran perempaun diduga karena bekerja sebagai pekerja kekuarga (unpaid family worker).Bila dilihat menurut rata-rata pendapatan sebulan dari penduduk yang bekerja memang produktivitas laki-laki tetap masih tinggi. Penduduk laki-laki berpendapatan sebesar Rp.927.931 dan perempuan Rp 835.254 per bulan. Upah MinimumUpah Minimum yang diterapkan di Kota Pariaman selama 3 (tiga) tahun terakhir masih berpedoman kepada Upah Minimum Provinsi yakni adalah tahun 2004 sebesar Rp. 540.000 dan tahun 2006 sebesar Rp. 650.000. Kenaikan UM ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan hidup pekerja yang disebut dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) setiap tahunnya dimana tahun 2004 sebesar Rp. 518.906 tahun 2005 sebesar Rp. 534.906 dan tahun 2006 sebesar Rp. 615.140 diharapkan dengan adanya kesepakatan peningkatan upah antara pengusaha dengan pekerja, akan terjadi peningkatan daya beli di masyarakat. Politik, Keamanan dan KetertibanPemilu merupakan sarana dimana setiap warga negara secara bebas dan adil dapat menggunakan hal-hak politiknya dalam menentukan sejarah perjalanan bangsa dan negara ke depan. Dengan Pemilu inilah diharapkan akan dapat memilih orang-orang yang mampu dan dapat dipercaya untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta memberikan pelayanan secara prima kepada masyarakat. Dalam masyarakat yang menganut paham demokrasi, Pemilu merupakan wadah utama bagi masyarakat untuk turut berpartisipasi secara langsung dalam kehidupan politik. Sesuai dengan amanat dan agenda Reformasi, penyelenggaraan pemilihan umum harus dilaksanakan secara lebih berkualitas untuk lebih menjamin derajat kompetisi yang sehat, partisipatif, mempunyai derajat keterwakilan yang lebih tinggi, serta memenuhi syarat karena memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang jelas. Pemilihan Umum diselenggarakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta memilih Presiden dan Wakil Presiden. Untuk itu, Pemilihan Umum perlu diselenggarakan secara lebih berkualitas dengan partisipasi rakyat yang seluas-luasnya dan dilaksanakan berdasarkan azas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dan harus dapat memilih anggota lembaga perwakilan yang mampu menjamin prinsip-prinsip keterwakilan, akuntabilitas, dan legitimasi.
