Jakarta, (Antara) - Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan pihak kepolisian dan kementerian komunikasi dan informatika harus memeriksa jaringan internet di Jakarta International School (JIS). "Polisi dan kementerian kominfo harus membongkar riwayat akses internet orang-orang di sekolah itu," ujar Reza di Jakarta, Jumat. Perkembangan teknologi informasi, sambung dia, dimanfaatkan para predator anak untuk mengorganisasi diri untuk dua kepentingan. "Pertama untuk saling membantu, karena mereka tidak mungkin terbuka mencari pertolongan. Mereka saling mengandalkan sesama untuk curhat dan bertukar info tentang cara meredakan hasrat liar mereka," jelas dia. Kemudian yang kedua untuk saling bertukar informasi wilayah pemangsaan baru. "Kasus pelecehan seksual di JIS ini, bukan kriminal umum. Polisi harus melakukan tindakan khusus," terang dia. Kuasa hukum dari korban AK dan AL, Johan Lee Chandra, mengatakan keluarga korban menuntut keadilan terhadap anak-anak mereka. "Anak mereka disodomi di tempat yang seharusnya aman," kata Johan. Pelecehan seksual di JIS terjadi pada akhir Maret 2014. Pelecehan itu diduga dilakukan oleh petugas kebersihan dan oknum guru sekolah internasional itu. (*/sun)
Berita Terkait
Polisi tunggu konfirmasi soal mobil pelat RI 25 yang selak antrean
Jumat, 2 Januari 2026 20:46 Wib
BNPB sebut tiga aspek mitigasi bencana yang harus disiapkan daerah
Jumat, 2 Januari 2026 14:38 Wib
Tindak lanjuti penyelesaian lahan transmigrasi di Muaro Jambi, Wamen Ossy: Harus hati-hati dan sesuai ketentuan hukum
Kamis, 1 Januari 2026 17:16 Wib
Polisi tetapkan dua tersangka kasus ledakan gedung farmasi Tangsel
Kamis, 1 Januari 2026 13:07 Wib
Polisi tangkap tersangka ketiga perusakan rumah lansia di Surabaya
Rabu, 31 Desember 2025 14:12 Wib
Polisi tingkatkan pengamanan jalur rawan kejahatan Lintas Bengkulu - Sumsel
Rabu, 31 Desember 2025 10:25 Wib
Padang Pariaman dapat bantuan Rp133 miliar atasi jaringan air rusak akibat bencana
Selasa, 30 Desember 2025 16:48 Wib
Polisi tangkap tersangka pelaku pengusiran lansia di Surabaya
Selasa, 30 Desember 2025 14:01 Wib
