Moskow, (Antara/RIA Novosti-0ANA) - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi Ahad mengatakan bahwa para ahli dari Teheran dan negara-negara P5+1 akan bertemu di ibu kota Austria, Wina, 22-23 Oktober untuk membahas program nuklir Republik Islam itu. Menurut laporan-laporan media Iran, Araghchi menyatakan bahwa isu memperpanjang tenggat waktu untuk menandatangani perjanjian komprehensif tentang program nuklir Iran, yang diatur untuk 24 November, tidak dalam agenda. Kamis, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan bahwa kelompok P5+1 dan para ahli Iran berencana untuk bertemu pekan depan di Wina untuk membahas mengenai rincian kesepakatan program nuklir Teheran. Barat telah lama terlibat dalam kegiatan nuklir Iran, menuduh Teheran mengembangkan senjata nuklir dengan kedok program nuklir sipil, meskipun klaim tersebut telah berulang kali ditolak oleh pemerintah Iran. Pada pertemuan di November 2013 di Jenewa, Iran dan kelompok P5 +1, yang terdiri dari Rusia, China, Prancis, Amerika Serikat, Inggris dan Jerman, sepakat untuk mencapai kesepakatan nuklir jangka panjang bagi Iran pada Juli 2014, tetapi tenggat waktu itu kemudian ditunda sampai 24 November 2014. (*/sun)
Berita Terkait
Timnas voli putri dapatkan medali perak setelah takluk 2-3 dari Iran
Kamis, 30 Oktober 2025 5:01 Wib
Timnas voli Indonesia U-16 kalah dari Iran
Sabtu, 12 Juli 2025 19:06 Wib
Iran tolak klaim bela diri Amerika atas serangan ke fasilitas nuklir
Selasa, 1 Juli 2025 10:10 Wib
Iran tahu dua jam sebelumnya soal serangan AS ke fasilitas nuklir
Senin, 30 Juni 2025 9:35 Wib
Israel keluarkan perintah pengusiran warga Palestina dari Gaza
Sabtu, 28 Juni 2025 15:28 Wib
Trump: Iran dan Israel hentikan perang karena sama-sama lelah
Kamis, 26 Juni 2025 11:46 Wib
Iran serukan Timur Tengah bebas senjata nuklir, Israel harus ikut
Kamis, 26 Juni 2025 11:00 Wib
Kemlu: 68 WNI dari Iran masih menunggu jadwal pemulangan
Rabu, 25 Juni 2025 10:19 Wib
