Padang, (Antara) - Tujuh dari depalan pasien yang menjalani pemeriksaan dan dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang, Kota Padang, Sumatera Barat, dinyatakan negatif terinveksi sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS-CoronaVirus). "Berdasarkan hasil uji laboritorium Kemenkes, tujuh lagi dinyatakan negatif. Tinggal hasil lab satu pasien lagi yang belum keluar karena sampelnya baru dikirim," kata Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil Gustafianof di Padang, Selasa. Terhitung sejak 18 Mei 2014, Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang telah marawat 12 pasien yang diguga terserang flu arab tersebut. Sebelumnya, empat orang sudah dinyatakan negatif pada 12 Mei dan menjalani rawat jalan. Para pasien tersebut hanya didiagnosa demam biasa, batuk, dan sesak nafas. Saat ini, satu pasien lagi lagi masih diisolasi di ruang khusus. Umumnya, pasien merupakan jamaah umrah yang baru pulang dari tanah suci dan merasakan gejala-gejala berupa batuk, flu, demam, dan sakit kepalasaat tiba di tanah air. "Pasien yang dinyatakan negatif, akan dipindahkan ke ruangan berdasarkan catatan medis. Kalau pulang, dokter yang menentukan," kata Gustafianof. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat Rosnini Savitri menyarankan warga berusia di atas 60 tahun atau di bawah 12 tahun dan memiliki kondisi fisik yang kurang sehat untuk menunda ibadah umrah terlebih dahulu guna mengantisipasi terserang penyakit itu. Meski demikian, ia tidak melarang setiap umat Muslim yang hendak melakukan ibadah ke Tanah Suci, apalagi yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Warga yang hendak umroh ditekankan untuk menjaga kondisi fisik dan menghindari kontak fisik dengan peternakan unta dan orang lain yang tidak dikenal. Ia juga menegaskan bahwa Sumatera Barat merupakan salah satu daerah yang harus mewaspadai penyebaran virus MERS mengingat tingginya minat warga setempat untuk melaksanakan umrah. Namun, kendala yang dihadapi adalah rata-rata warga yang hendak umrah berangkat melalui Jakarta. Ia menyebutkan orang yang berpotensi tertular virus MERS yakni mereka baru memiliki riwayat perjalanan dari Timur Tengah termasuk dari Arab Saudi dalam kurun waktu 14 hari, demam dengan suhu 38 derajat celcius dan sesak nafas. "Kalau ada gejala seperti itu memang perlu dipantau dan kami sudah koordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota serta rumah sakit. Jika ada yang menemuinya langsung dirkirim ke RS M Djamil," ujarnya. (*/WIJ)