Tujuh Pasien RSUP M Djamil Negatif MERS-CoV
Selasa, 20 Mei 2014 17:55 WIB
Padang, (Antara) - Tujuh dari depalan pasien yang menjalani pemeriksaan dan dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang, Kota Padang, Sumatera Barat, dinyatakan negatif terinveksi sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS-CoronaVirus).
"Berdasarkan hasil uji laboritorium Kemenkes, tujuh lagi dinyatakan negatif. Tinggal hasil lab satu pasien lagi yang belum keluar karena sampelnya baru dikirim," kata Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil Gustafianof di Padang, Selasa.
Terhitung sejak 18 Mei 2014, Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang telah marawat 12 pasien yang diguga terserang flu arab tersebut.
Sebelumnya, empat orang sudah dinyatakan negatif pada 12 Mei dan menjalani rawat jalan. Para pasien tersebut hanya didiagnosa demam biasa, batuk, dan sesak nafas. Saat ini, satu pasien lagi lagi masih diisolasi di ruang khusus.
Umumnya, pasien merupakan jamaah umrah yang baru pulang dari tanah suci dan merasakan gejala-gejala berupa batuk, flu, demam, dan sakit kepalasaat tiba di tanah air.
"Pasien yang dinyatakan negatif, akan dipindahkan ke ruangan berdasarkan catatan medis. Kalau pulang, dokter yang menentukan," kata Gustafianof.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat Rosnini Savitri menyarankan warga berusia di atas 60 tahun atau di bawah 12 tahun dan memiliki kondisi fisik yang kurang sehat untuk menunda ibadah umrah terlebih dahulu guna mengantisipasi terserang penyakit itu.
Meski demikian, ia tidak melarang setiap umat Muslim yang hendak melakukan ibadah ke Tanah Suci, apalagi yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Warga yang hendak umroh ditekankan untuk menjaga kondisi fisik dan menghindari kontak fisik dengan peternakan unta dan orang lain yang tidak dikenal.
Ia juga menegaskan bahwa Sumatera Barat merupakan salah satu daerah yang harus mewaspadai penyebaran virus MERS mengingat tingginya minat warga setempat untuk melaksanakan umrah. Namun, kendala yang dihadapi adalah rata-rata warga yang hendak umrah berangkat melalui Jakarta.
Ia menyebutkan orang yang berpotensi tertular virus MERS yakni mereka baru memiliki riwayat perjalanan dari Timur Tengah termasuk dari Arab Saudi dalam kurun waktu 14 hari, demam dengan suhu 38 derajat celcius dan sesak nafas.
"Kalau ada gejala seperti itu memang perlu dipantau dan kami sudah koordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota serta rumah sakit. Jika ada yang menemuinya langsung dirkirim ke RS M Djamil," ujarnya. (*/WIJ)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Pariaman pastikan keterlayanan pasien RSUD dr Sadikin ditengah keterbatasan sarana
31 October 2025 15:18 WIB
RSAM Bukittinggi klarifikasi dugaan pasien meninggal bunuh diri, evaluasi bukti CCTV
25 September 2025 12:21 WIB
Pemkab Pasaman apresiasi aksi heroik Bidan Dina yang arungi sungai untuk obati pasien
04 August 2025 16:26 WIB
RSUD Bukittinggi terima mobil operasional antar jemput pasien dari CSR Bank Nagari
04 August 2025 13:39 WIB
Viral, Seorang bidan nekat arungi sungai bertaruh nyawa untuk obati pasien di Pasaman (Video)
03 August 2025 17:54 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018