PBB, (Antara/AFP) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-moon Jumat mengutuk para pemberontak karena memutus pasokan air ke kota Suriah utara yang terkepung, Aleppo, dan menyerukan layanan segera dikembalikan. Kantor Ban mengatakan, pasokan air telah diputus selama delapan hari, merampas sedikitnya 2,5 juta orang dari akses ke air bersih untuk minum dan sanitasi. Al Qaida cabang Suriah, Front Al-Nusra, adalah di antara kelompok pemberontak yang memotong pasokan air itu, meskipun Bulan Sabit Merah mengatakan bahwa beberapa layanan telah dipulihkan. Ban "mencatat bahwa pencegahan akses masyarakat terhadap air bersih adalah penolakan terhadap hak asasi manusia," kata kantornya. "Menargetkan dengan sengaja kepada penduduk sipil dan merampas persediaan kebutuhan penting adalah jelas pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional." Ban meminta semua pihak untuk "menjamin pasokan air di Aleppo - dan di mana-mana di Suriah - secara permanen dipulihkan serta untuk menahan diri dari penargetan sarana dan prasarana sipil," tambah pernyataan itu. Serangan roket pemberontak menewaskan 13 orang di Aleppo sebelumnya, ketika pasukan pemerintah meluncurkan serangan terhadap para pemberontak di Provinsi Daraa, Suriah selatan, kata media pemerintah. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia juga melaporkan pertumpahan darah di Aleppo dan mengatakan operasi militer besar-besaran sedang berlangsung di Daraa untuk mengendalikan perbukitan yang dikuasai pemberontak. (*/sun)