Sekjen PBB Kecam Pemutusan Air di Aleppo Suriah
Sabtu, 17 Mei 2014 12:54 WIB
PBB, (Antara/AFP) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-moon Jumat mengutuk para pemberontak karena memutus pasokan air ke kota Suriah utara yang terkepung, Aleppo, dan menyerukan layanan segera dikembalikan.
Kantor Ban mengatakan, pasokan air telah diputus selama delapan hari, merampas sedikitnya 2,5 juta orang dari akses ke air bersih untuk minum dan sanitasi.
Al Qaida cabang Suriah, Front Al-Nusra, adalah di antara kelompok pemberontak yang memotong pasokan air itu, meskipun Bulan Sabit Merah mengatakan bahwa beberapa layanan telah dipulihkan.
Ban "mencatat bahwa pencegahan akses masyarakat terhadap air bersih adalah penolakan terhadap hak asasi manusia," kata kantornya.
"Menargetkan dengan sengaja kepada penduduk sipil dan merampas persediaan kebutuhan penting adalah jelas pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional."
Ban meminta semua pihak untuk "menjamin pasokan air di Aleppo - dan di mana-mana di Suriah - secara permanen dipulihkan serta untuk menahan diri dari penargetan sarana dan prasarana sipil," tambah pernyataan itu.
Serangan roket pemberontak menewaskan 13 orang di Aleppo sebelumnya, ketika pasukan pemerintah meluncurkan serangan terhadap para pemberontak di Provinsi Daraa, Suriah selatan, kata media pemerintah.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia juga melaporkan pertumpahan darah di Aleppo dan mengatakan operasi militer besar-besaran sedang berlangsung di Daraa untuk mengendalikan
perbukitan yang dikuasai pemberontak. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Tempo Doeloe - Moh Yamin dan Luat Siregar tentang Keanggotaan Indonesia dalam PBB
04 February 2026 21:25 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018