Dinkes Gorontalo Antisipasi Jamaah Umroh Tertular MERS
Kamis, 15 Mei 2014 16:08 WIB
Gorontalo, (Antara) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gorontalo Utara menyiapkan langkah antisipai menghadapi jamaah umroh yang diduga tertular virus Mers-Cov atau sindrom pernafasan timur tengah yang mewabah di Arab Saudi.
Kepala Dinkes Kabupaten Gorontalo, Ibrahim Paneo, Kamis, mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan ruang isolasi khusus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Zaenal Umar Siddiqi, yang ada di Kecamatan Kwandang.
Meski tidak secanggih ataupun sebesar ruang isolasi di RS lain, namun Ibrahim optimis jika ruang tersebut mampu mengatasi jamaah umroh yang diduga tertular Mers-Cov.
Diakuinya, jamaah umroh di daerah ini cukup tinggi sehingga pemerintah daerah melalui instansi yang dipimpinnya, perlu melakukan langkah antisipatif termasuk kesiapan tenaga medis yaitu dokter dan perawat, serta infrastruktur kesehatan memadai.
Jamaah umroh yang baru kembali dari tanah suci diwajibkan menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan, untuk memastikan tidak terjangkit Mers-Cov.
Apalagi jika kembali ke tanah air dalam kondisi sakit, seperti mengidap flu baik ringan dan berat.
Terkait upaya pemerintah daerah menaikkan derajat kesehatan masyarakat kata Ibrahim, sejauh ini pihaknya terus sosialisasikan gerakan pengobatan memanfaatkan berbagai sarana yang telah disiapkan, baik posyandu, puskesmas pembantu, puskesmas rawat inap dan RSUD.
"Jangan ada lagi warga berobat ke dukun, agar peningkatan derajat kesehatan di daerah ini semakin optimal sesuai imbauan bupati," ujarnya.
Jika masih ada yang berobat ke dukun, maka petugas kesehatan penanggungjawab di wilayah desa maupun kecamatan, wajib bertanggungjawab penuh menerima sanksi indisipliner.
Sebab dianggap gagal mengajak masyarakat berobat di sarana pelayanan kesehatan yang telah disiapkan pemerintah daerah.
"Pemberian sanksi diharapkan membangkitkan kesadaran masyarakat, agar mau memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan secara optimal," ujar Ibrahim.
Ia menambahkan, pihaknya sedang menyusun usulan rancangan peraturan daerah (ranperda) terkait regulasi tersebut, untuk menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya berobat ke sarana kesehatan dengan bantuan dokter. (*/WIJ)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
10 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo terseret banjir bandang, tiga ditemukan meninggal
16 April 2025 5:39 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018