Rusia Desak AS Tekan Pemerintah Ukraina untuk Berunding
Jumat, 9 Mei 2014 8:45 WIB
Moskow, (Antara/Reuters/AFP) - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menlu Amerika Serikat John Kerry membahas upaya-upaya bersama Moskow, Washington, Uni Eropa dan OSCE untuk membantu meredakan krisis di Ukraina dalam pembicaraan telepon Kamis,
kata Kementerian Luar Negeri Rusia.
Lavrov "menyerukan Amerika Serikat untuk mempengaruhi pihak berwenang Kiev dalam rangka mendorong mereka untuk mulai peredaan nyata dan ... menciptakan kondisi untuk dialog langsung, adil dengan para perwakilan kawasan (Eropa) tenggara," katanya.
Rusia Selasa sebelumnya menolak prakarsa perundingan baru soal Ukraina di tengah kekhawatiran terjadinya perang terbuka meningkat di republik bekas Soviet itu, yang tentara-tentaranya sedang melancarkan serangan mematikan terhadap para pemberontak pro-Moskow.
Presiden Prancis Francois Hollande dan Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier ikut memberikan peringatan bahwa pertempuran kecil di wilayah timur Ukraina bisa memicu perang saudara.
Dengan menggarisbawahi adanya resiko tersebut, Kiev mengumumkan bahwa jumlah korban tewas dari serangan terhadap sebuah kota yang dikuasai para pemberontak telah mencapai lebih dari 34 orang.
Negara-negara Barat, yang mengancam akan memperluas sanksi terhadap Rusia terkait krisis yang kian buruk itu, melihat pemilihan presiden pada 25 Mei di Ukraina sebagai momen yang sangat penting untuk menarik negara itu dari ambang kekacauan.
Pada Selasa, kepresidenan Swiss - yang mengepalai Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) - mendesak dihentikannya permusuhan agar pemilihan itu dapat dilaksanakan.
Menteri luar negeri Ukraina Andriy Deshchytsia mendesak 30 mitranya yang berkumpul di Wina untuk membantu "menghapuskan ancaman-ancaman dan provokasi dari luar yang didukung oleh Rusia."
Namun, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, yang juga menghadiri pertemuan Dewan Eropa di Wina, mengatakan bahwa menyelenggarakan pemilihan di tengah kekerasan yang sedang berlangsung akan menjadi peristiwa yang "tidak biasa".
Juru bicara Presiden Vladimir Putin mengeluarkan perkataan yang lebih terbuka dengan menyebut pemilihan sebagai ide yang "konyol".
Lavrov juga menolak tekanan Eropa yang dipelopori oleh Jerman agar Rusia mengadakan perundingan perdamaian baru menyangkut Ukraina setelah runtuhnya perjanjian 17 April, yang dinyatakan Moskow sudah berakhir. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zigo Rolanda desak perbaikan, Dermaga Muaro Padang masuk proses tender Rp10 Miliar
25 August 2025 14:26 WIB
Pemkab Padang Pariaman desak PDAM bertransformasi tingkatkan pelayanan dan PAD
21 June 2025 15:05 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018