LSM: 74 Tewas Saat Kelompok Jihad Bentrok di Suriah Timur
Selasa, 6 Mei 2014 12:40 WIB
Beirut, (Antara/AFP) - Perkelahian antara kelompok-kelompok jihad yang bersaing di Suriah timur menewaskan 74 orang Senin, meskipun ada imbauan dari pemimpin Al-Qaida untuk gencatan senjata, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.
Bentrokan antara Al-Qaida cabang Suriah Front Al-Nusra dan Negara Islam Irak dan Mediterania (ISIL) telah memicu 60.000 orang mengungsi ke kota-kota di Provinsi Deir Ezzor yang kaya minyak.
Observatori mengatakan 69 pejuang pada kedua pihak telah tewas dalam bentrokan Senin, seiring dengan lima warga sipil.
Al-Nusra merebut desa Al-Sabha, di bagian barat Deir Ezzor, yang berbatasan dengan Irak, dengan 11 dari pejuangnya dan 23 anggota dari ISIL tewas.
Di desa-desa lain di provinsi ini, 35 pejuang Al-Nusra dan gerilyawan-gerilyawan sekutu tewas dalam bentrokan Senin.
Kematian itu menjadikan lebih dari 150 korban sejak konfrontasi terbaru antar-kelompok meletus di Deir Ezzor pekan lalu.
Hal itu terjadi setelah Islam dan pemberontak moderat meluncurkan serangan terhadap gerilyawan ISIL pada awal tahun Ini.
Mereka kemudian bergabung dengan Al-Nusra.
Sementara Al-Nusra telah diterima sebagai sekutu oleh banyak pemberontak, ISIL dikritik karena serangan mereka terhadap warga sipil dan kelompok-kelompok oposisi saingan.
Pertempuran dengan ISIL telah menewaskan sekitar 4.000 orang, menurut Observatori yang berbasis di Inggris.
Kedua kelompok jihad terus berbenturan meskipun ada imbauan dari
Kepala Al-Qaida Ayman al-Zawahiri untuk mengakhiri permusuhan.
Dalam sebuah rekaman audio yang disiarkan Jumat, Al-Zawahiri mendesak Al-Nusra untuk menghentikan pertempuran melawan ISIL dan fokus pada memerangi rezim Suriah.
Dia juga mengulangi seruan agar ISIL membatasi kegiatannya di Irak, permohonan yang ditolak pada beberapa kesempatan.
Dalam menanggapi seruan Zawahiri, Al-Nusra mengatakan akan menghentikan serangan terhadap ISIL jika kelompok itu mengakhiri serangannya.
"Kami akan mengikuti perintah ... Ayman al-Zawahiri ... untuk menghentikan serangan apapun dari pihak kami terhadap ISIL, sementara melanjutkan menanggapi setiap kali mereka menyerang kepada umat Muslim dan semua yang suci bagi mereka," kata Al-Nusra dalam satu pernyataan.
"Segera setelah ISIL mengumumkan menghentikan serangan terhadap Muslim, kita akan spontan berhenti menembak," kata kelompok jihad itu.
Mereka menambahkan hanya memerangi ISIL di daerah "di mana pihaknya menyerang." (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
74 guru SMP di Agam ikuti program pendampingan berbasis kurikulum merdeka
24 April 2024 18:10 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018