Perwira Pemberontak Komunis Ditangkap di Filipina
Sabtu, 3 Mei 2014 21:41 WIB
Manila, (Antara/AFP) - Seorang perwira tinggi pemberontak komunis ditangkap di Filipina, kata seorang pejabat militer Sabtu, di tengah meningkatnya bentrokan mematikan antara tentara dan pemberontak.
Harapan-harapan menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian dengan para pemberontak telah redup sejak penangkapan Ketua Partai Komunis Filipina (CPP) Benito Tiamzon dan istrinya, Sekretaris Jenderal Wilma Tiamzon, pada Maret.
Pada Jumat polisi menangkap Felix Armodia - sekretaris daerah Tentara Rakyat Baru (NPA), sayap bersenjata CPP - di pulau selatan
Mindanao, kata komandan militer di kawasan itu dalam satu pernyataan.
Letnan Jenderal Ricardo Rainier Cruz mengatakan Armodia ditangkap setelah penduduk setempat memberikan informasi kepada pihak berwenang.
"Masyarakat kini menyadari bahwa peran mereka dalam perdamaian dan keamanan di daerah sangat penting untuk keberhasilan operasi keamanan," kata Cruz.
Beberapa dekade pemberontakan Maoist CPP telah diklaim menewaskan 30.000 jiwa, menurut perkiraan pemerintah, yang percaya bahwa para pemberontak terus menimbulkan ancaman meskipun kekuatan NPA hanya terdiri 4.000 gerilyawan - turun dari lebih 26.000 pada akhir tahun 1980-an.
Armodia dituduh mendalangi serangkaian serangan terhadap pengusaha dan peternakan-peternakan yang tidak memberikan uang pemerasan kepada NPA, kata jenderal.
Telah ada peningkatan jumlah bentrokan mematikan menyusul
penangkapan para pemimpin CPP.
Tiga tentara tewas dalam penyergapan NPA di Filipina utara Kamis, sementara tiga gerilyawan NPA tewas dalam bentrokan dengan pasukan di Mindanao Rabu.
Seorang petugas NPA, Golimlim Lurus, tewas saat berperang dengan pasukan di kota Magallanes, 560 kilometer (350 mil) selatan Manila pada 27 April.
Dia adalah orang kedua komando wilayah selain pakar bahan peledak, kata pernyataan militer.
Para gerilyawan sering menyerang atau menyergap unit-unit kecil militer dan polisi serta memeras uang dari pengusaha pedesaan, kata seorang pejabat militer.
Presiden Benigno Aquino berharap akan mencapai kesepakatan damai dengan komunis pada akhir masa jabatannya pada 2016, namun pada April tahun lalu pemerintah menyatakan pembicaraan gagal.
Prospek untuk membuka kembali perundingan telah pudar dengan penangkapan Tiamzons karena pemberontak terus melancarkan serangan, meskipun pemimpin mereka telah ditangkap. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018