
Mantan Presiden Sri Lanka Bantah Danai Pemberontak
Rabu, 22 Juli 2015 11:09 WIB

Kolombo, (Antara/Xinhua-OANA) - Mantan Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa telah membantah bahwa ia memberi uang kepada pemberontak Macan Tamil yang dikalahkan pada 2009, setelah 30 tahun perang.
pemimpin Fronta Pembebasan Rakyat Anura Kumara Dissanayake telah mengatakan Presiden Maithripala Sirisena telah memberitahu dia bahwa jika satu Komisi Penyelidikan Presiden mendapati mantan presiden itu bersalah karena memberi uang kepada pemberontak sebelum akhirnya mereka dikalahkan secara militer, hak kewarganegaraannya dapat dilucuti.
Namun, kantor mantan presiden tersebut menyatakan Front Pembebasan Rakyat telah berusaha menyesatkan pemberi suara sebelum pemilihan anggota parlemen pada Agustus, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi.
"Masyarakat mesti waspada mengenai kebohongan semacam itu dipropagandakan oleh politisi bangkrut. Pertama, mantan presiden Mahinda Rajapaksa tidak memberi uang kepada LTTE (Macan Tamil). Sebaliknya, dia lah yang mengalahkan LTTE. Kedua, tak ada Komisi Presiden yang menyarankan Bapak Rajapksa dilucuti hak kewarganegaraannya. Ketiga, Komisi Penyelidikan Presiden tak bisa melucuti hak kewarganegaraan siapa pun, kecuali parlemen mensahkan satu resolusi mengenai itu dengan mayoritas dua-pertiga suara," kata kantor Rajapaksa di dalam satu pernyataan.
Rajapaksa mencalonkan diri dalam pemilihan anggota parlemen yang dijadwalkan diselenggarakan pada 17 Agustus dan berusaha menjadi perdana menteri selanjutnya.
Mantan presiden tersebut kalah dalam pemilihan presiden yang diselenggarakan pada Januari tahun ini dari Presiden saat ini Maithripala Sirisena --yang berasal dari partai politik yang sama dengan dia, Partai Kebebasan Sri Lanka. (*)
Pewarta: Antara
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
