Penutupan Dilakukan Setelah Pemuda Tewas di Kashmir-India
Kamis, 1 Mei 2014 21:52 WIB
Srinagar, Kashmir-India, (Antara/Xinhua-OANA) - Warga di seluruh daerah dengan mayoritas orang Muslim di Kashmir yang dikuasai India, Kamis, menghadapi jam malam yang diberlakukan oleh pemerintah dan penutupan yang diserukan oleh kelompok separatis.
Larangan orang keluar rumah tersebut diberlakukan di beberapa bagian tertentu di Kota Srinagar, Ibu Kota Musim Panas Kashmir-India, sebagai tindakan untuk menghadapi demonstrasi yang mungkin rusuh untuk memprotes terbunuhnya seorang pemuda oleh penembakan polisi pada Rabu malam (30/4).
Satu orang tewas dan beberapa orang lagi cedera setelah polisi melepaskan tembakan ke arah protes oleh pemuda guna menentang pemilihan umum India.
"Jam malam telah diberlakukan di daerah yang berada di bawah jurisdiksi delapan kantor polisi sebagai langkah pencegahan guna memelihara hukum dan ketenangan," kata seorang pejabat senior pemerintah. "Itu akan tetap diberlakukan sampai keadaan membaik."
Ratusan personel paramiliter dari Pasukan Polisi Cadangan Sentral (CRPF) dan polisi India dengan peralatan lengkap melaksanakan pembatasan, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam. Personel tersebut memblokade jalan dengan memasang barikade dan gulungan kawat berduri untuk membatasi gerakan orang dan kendaraan.
Sementara itu daerah yang bebas dari larangan orang keluar rumah melaksanakan penutupan total sebagai tanggapan bagi seruan yang dikeluarkan oleh kelompok separatis guna menentang pembunuhan pemuda tersebut dan penembakan polisi ke warga sipil.
Laporan yang masuk dari Bandipora, Pulwama, Pampore, Ompora-Budgam, Hyderpora dan Sopore mengatakan bentrokan terjadi antara pemrotes dan polisi. Pemrotes melemparkan batu bata ke kesatuan polisi, yang menembakkan gas air mata dan tembakan peringatan guna membubarkan pemrotes.
Toko, bank, sekolah dan sebagian besar kantor pemerintah masih tutup setelah pembatasan dan penutupan itu.
Perasaan anti-India sangat dalam di jiwa rakyat Kashmir. Kaum separatis di Kashmir yang dikuasai India telah menuntut diakhirinya kekuasaan New Delhi di wilayah tersebut.
Kashmir, wilayah Himalaya yang terpecah antara India dan Pakistan, diklaim oleh India dan Pakistan secara keseluruhan. Sejak Kemerdekaan mereka dari Inggris, kedua negara itu telah tiga kali terlibat perang, dua mengenai masalah Kashmir. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi sebut pembongkaran tiang monerel mangkrak di Jalan Rasuna Said, Jakarta dilakukan bertahap
14 January 2026 5:01 WIB
Bupati Agam: kondisi Sungai Muaro Pisang harus dilakukan penanganan secara teknis
03 January 2026 10:31 WIB
Bupati Pasaman Barat pastikan pencarian korban longsor terus dilakukan (Video)
05 December 2025 20:11 WIB
Polres: Sambil gelar pangan murah, sosialisasi jaga Kamtibmas dilakukan di Pasaman Barat
20 September 2025 18:31 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018