
Polres: Sambil gelar pangan murah, sosialisasi jaga Kamtibmas dilakukan di Pasaman Barat

Simpang Empat (ANTARA) - Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat dalam penyaluran beras murah melalui gerakan pangan murah juga dijadikan momen sosialisasi menjaga keamanan ketertiban ke masyarakat (kamtibmas).
"Sambil membagikan beras murah kita juga melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat tentang keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat," kata Kepala Polres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto didampingi Kepala Bagian Ops Kompol Muzhendra di Simpang Empat, Sabtu.
Menurutnya pihaknya sudah menyalurkan 75 ton kepada masyarakat di 11 kecamatan yang ada dengan melibatkan kepolisian sektor (Polsek).
Pihaknya pada Sabtu (20/9) kembali menggelar kegiatan gerakan pangan murah untuk masyarakat di halaman Kantor KPS Maju Plasma III Jorong Bukit Nilam, Nagari Lembah Binuang Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman.
"Gerakan pangan murah merupakan kerja sama antara Polri dengan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Canang Bukittinggi," kata Kompol Muzhendra.
Dikatakan, gerakan pangan murah bertujuan untuk menjamin ketersediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau di bawah harga pasar, serta dapat meringankan beban ekonomi masyarakat menengah ke bawah.
"Polri hadir untuk membantu masyarakat, dengan mendistribusikan bahan pangan jenis beras SPHP dengan harga yang terjangkau di bawah harga pasar," sebutnya.
Menurut Kompol Muzhendra, kegiatan ini sejalan dengan peran Kepolisian sebagai pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat.
Hal ini dikarenakan penyaluran beras SPHP bukan hanya soal distribusi, tapi juga bentuk kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan ini melibatkan seluruh Polsek jajaran di wilayah hukum Polres Pasaman Barat guna memastikan beras tersebut sampai ke tangan yang tepat, tanpa adanya indikasi maupun celah penyalahgunaan," ungkapnya.
Dia menjelaskan dengan adanya kegiatan gerakan pangan murah pada hari ini, maka total keseluruhan beras yang telah didistribusikan kepada masyarakat sebanyak 75 ton.
"Harga yang diberikan kepada masyarakat untuk satu kantong beras SPHP kemasan lima kilogram senilai Rp63.000,,jelasnya.
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat melaporkan kepada petugas Kepolisian Polres Pasaman Barat, jika ditemukan adanya praktik kecurangan meliputi penimbunan maupun pengoplosan beras yang berdampak merugikan masyarakat.
"Segera laporkan kepada petugas Bhabinkamtibmas, Polsek terdekat hingga Polres Pasaman Barat jika ditemukan adanya penyalahgunaan bahan pangan," ajaknya.
Pihaknya juga menggandeng pemerintahan nagari (desa) dan tokoh masyarakat setempat agar semua berjalan dengan lancar dan kondusif.
Masyarakat mengaku sangat terbantu dengan kehadiran stand pangan murah tersebut. Selain mudah diakses petugas juga memberikan layanan khusus untuk warga yang berada cukup jauh dari lokasi stand.
"Kami sangat terbantu program pangan harganya lebih murah dari harga di warung dan diantar langsung ke rumah, terima kasih Polres Pasaman Barat," kata salah seorang warga, Ita (40).
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
