Hatta: Instrumen Bea Keluar Percepat Pembangunan Smelter
Rabu, 23 April 2014 15:35 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa memastikan penetapan instrumen bea keluar bagi bahan mineral olahan dikenakan untuk mempercepat pembangunan industri hilirisasi atau pabrik pengolahan mineral (smelter).
"Ini upaya kita untuk memaksa terbangunnya smelter," ujarnya seusai rapat koordinasi di Jakarta, Rabu.
Hatta mengatakan apabila pembangunan smelter berlangsung lebih cepat dari 2017, maka pemerintah bisa menurunkan bea keluar hingga nol persen dari sebelumnya yang ditetapkan sebesar 20 persen-60 persen dengan penambahan setiap tahunnya.
Untuk itu, Hatta meminta perusahaan mineral tambang untuk mendorong pembangunan smelter dan pemerintah berupaya membantu dengan mempermudah proses tersebut.
"Kita tadi meminta agar secepat mungkin untuk mendorong agar tidak ada hambatan dalam pembangunan smelter. Intinya kita meminta agar jangan ada hambatan," kata Hatta.
Hatta menambahkan hingga saat ini ada sekitar kurang lebih empat atau lima perusahaan bahan mineral yang telah berkomitmen membangun smelter dengan perkiraan nilai investasi per smelter sebesar satu-dua miliar dolar AS.
Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menambahkan penyesuaian bea keluar akan dikenakan sesuai dengan kemajuan pembangunan smelter yang saat ini sedang diupayakan oleh perusahaan mineral tambang.
"Itu insentif untuk smelter, kalau smelter makin maju berarti bea keluar menyesuaikan dengan 'progress' tersebut. Nanti ada tim khusus untuk melihat kondisi smelter seperti apa," katanya.
Bambang menambahkan tim yang akan memantau pembangunan smelter maupun hasil olahan smelter tersebut akan melibatkan tenaga ahli independen bersama dengan Kementerian ESDM.
"Timnya campuran, kalau cuma pemerintah mungkin tidak punya keahlian. Kita harus melibatkan tenaga ahli untuk melihat apakah ini sudah memenuhi aturan," katanya.
Selain itu, ia memastikan perusahaan mineral yang telah berkomitmen membangun smelter, mendapatkan insentif berupa keringanan pajak (tax allowance) yang segera terbit peraturannya.
"Tax allowance yang bisa berlaku untuk smelter, kita lagi selesaikan. Mudah-mudahan PP-nya bisa disepakati di rapat koordinasi minggu depan," kata Bambang. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TKA jadi instrumen pemetaan akademik Nasional, Program Intensif Ruangguru hadir dukung kesiapan siswa
03 February 2026 18:08 WIB
LLDIKTI Wilayah X gelar bimtek penyusunan instrumen akreditasi Program Studi untuk PTS
11 August 2025 10:47 WIB
Ketum Golkar minta kader jadikan Golkar instrumen pengabdian bagi bangsa
16 December 2024 4:43 WIB, 2024
BRIN dorong TKDN menjadi instrumen penting hilirisasi riset dan inovasi
25 November 2024 19:58 WIB, 2024
LLDIKTI Wilayah X gelar Bimtek Penyusunan Instrumen Akreditasi Program Studi bagi PTS
16 October 2024 18:39 WIB, 2024
Rivan A. Purwantono: Digitalisasi instrumen pendukung kepatuhan pajak kendaraan
27 June 2024 8:21 WIB, 2024
KLHK minta pemerintah daerah manfaatkan instrumen pemantauan lingkungan
24 April 2024 20:20 WIB, 2024
Jadi salah satu instrumen pendorong daya saing I industri, PLN sediakan layanan REC di Batam
13 December 2023 10:48 WIB, 2023