AS: Tidak Ada yang Diuntungkan di Suriah
Selasa, 15 April 2014 11:51 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Amerika Serikat, Senin, mengomentari analisis Presiden Suriah Bashar al - Assad bahwa konflik pahit tersebut berubah menguntungkannya, dengan mengatakan bahwa konflik itu telah menjadi "perang daya tahan."
"Analisis kami tetap pada apa yang terjadi, bahwa ini adalah perang daya tahan dan tidak ada pihak yang mampu memberikan atau memperoleh keuntungan yang signifikan , " kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki.
Dia mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak "akan memberikan informasi perkembangan di lapangan. Tentu saja upaya kami untuk terlibat dengan oposisi terus berlanjut."
Bashar, yang dikutip oleh kantor berita SANA , mengatakan pada Minggu bahwa pasukannya mendapatkan keuntungan dalam perang tiga tahun yang telah menewaskan lebih dari 150 orang itu.
"Ini adalah titik balik dalam krisis , baik secara militer dalam hal prestasi tentara dalam perang melawan teror, dan bidang sosial dalam hal proses rekonsiliasi nasional dan kesadaran akan kebenaran di balik ( serangan ) yang menargetkan negara," kata SANA mengutip pernyataan Bashar.
Psaki mengatakan bahwa "wajar" jika Bashar akan membuat pernyataan seperti itu .
" Saya tidak berpikir itu adalah komentar yang sangat mengejutkan dari dia , bahwa dia menang , " tambahnya .
Tapi dia mengatakan akan salah untuk menganggap bahwa perang akhirnya akan menguntungkannya .
" Ada kekhawatiran yang luas dan telah ada selama beberapa waktu tentang tindakannya. Masyarakat internasional fokus pada ini, dan saya tidak berpikir kita akan membuat prediksi hasil akhir sekarang," tambah Psaki . (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018