Padang, (Antara) - Pemerintah Kota (Pemkot) Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), kembali mengelar event nasional bertajuk "Payakumbuh Fashion Week (PFW)" setelah dinilai sukses dalam pelaksanaan tahun pertamanya pada 2013. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Payakumbuh, Henny Riza Falepi, di Padang, Minggu, mengatakan, PFW merupakan tahun kedua, setelah pada 2013, pelaksanaanya sukses dilakukan, dimana saat ini secara nasional telah dikelalo oleh banyak perancang busana, sehingga mengangkat nama Payakumbuh dengan event tersebut. "Event ini setara dengan kegiatan tahunan nasional lainnya, dan setelah sukses pada tahun pertama, maka tahun ini kembali digelar yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan depan, dimana untuk jangka panjang mulai tahun depan akan ditingkatkan menjadi evant berskala internasional dengan melibatkan beberapa negara untuk ikut serta memeriahkannya," katanya. Ia menekankan event ini juga bertujuan untuk memajukan pariwisata serta Usaha Masyarakat Kecil Menangah (UMKM) yang ada di daerah ini, serta Sumbar secara umum. Tahun 2013 atau gelaran pertama PFW, diikuti 20 model dan perancang tingkat nasional, sedangkan tahun ini dipastikan jumlah model dan juga perancang yang akan mengikuti event tersebut akan lebih banyak, dimana tema yang diambil tetap mengembangkan budaya Minangkabau, terutama sulaman daerah itu. PFW tahun ke dua yang rencananya dilaksanakan 24 sampai 27 Mei 2014, di Komplek Pondok Promosi Ngalau Indah, Payakumbuh, berkat kerjasama Pemkot Payakumbuh dengan Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI), dimana dengan gelaran tersebut, juga akan memajukan pengrajin, serta perancang muda yang ingin berkembang. "Dengan PFW ini, dunia fashion Payakumbuh dan Sumbar akan berkembang pesat, perancang dan pengrajin daerah ini bisa mengembangkan usaha mereka, dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya saat peluncuran PFW di Hotel Pangeran Beach Padang. Nenny menyebutkan sebab itu tema tahun ini adalah "memunculkan kembali khasanah yang lama terpendam", agar potensi sulaman yang ada, dapat dimanfaatkan dengan maksimal, terutama di bidang busana. Sementara itu, Ketua APPMI Sumbar, Fomalhout Zamel menjelaskan PFW ini setara dengan kegiatan fashion week lainnya, sebab ada standar tertentu untuk melaksanakannya, dan beruntung Payakumbuh dapat melaksanakan kegitan tersebut. "PFW sangat baik untuk kemajuan dunia fashion Sumbar, dimana perancang busana muda dapat mengambil ilmu dan selanjutnya bersaing menjadi perancang busa handal, untuk Payakumbuh sendiri, tentu dapat meningkatkan kerativitas masyarakatnya terutama dalam hal mengembangkan sulaman menajadi fashion, sehingga meningkatkan penghasilan mereka," jelasnya. (*/WIJ)