Pemerintah Malaysia Selamatkan Lebih 100 Pembantu Asing yang Disekap
Senin, 3 Desember 2012 15:52 WIB
Kuala Lumpur, (ANTARA/Xinhua-0ANA) - Pihak berwenang Malaysia telah membebaskan lebih dari 100 wanita asing yang diyakini dikontrol oleh penduduk setempat untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga ilegal di negara itu, kata para pejabat Ahad.
Para wanita berusia antara 18 sampai 25 tahun itu ditemukan di satu gedung empat lantai yang menjadi rumah agen pembantu di kota pelabuhan Klang oleh petugas imigrasi dalam serangan pagi pada Sabtu.
Penyelidikan awal menunjukkan para wanita yang diselamatkan itu termasuk 95 orang Indonesia, enam orang Filipina dan empat warga Kamboja, dijanjikan dengan pekerjaan lain namun akhirnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, kata Amran Ahmad, kepala departemen imigrasi setempat.
Agen-agen pembantu membawa para wanita itu untuk menjadi pembantu rumah tangga setiap pagi, dan mengambil mereka pada malamnya sebelum mengunci mereka di satu bangunan.
Tidak ada seorangpun yang diizinkan untuk meninggalkan tempat itu, kata Amran.
Semua perempuan memegang surat keterangan kunjungan sosial, yang membuat mereka ilegal untuk bekerja di Malaysia, kata Amran.
Dia menambahkan bahwa wanita-wanita yang dipekerjakan sebagai pembantu itu belum dibayar selama enam bulan terakhir.
Setiap kali para wanita ditanyai tentang kondisi gaji atau hidup mereka, pasokan makanan mereka akan segera diputus, yang memaksa beberapa dari mereka makan kertas akibat kelaparan.
Dua belas orang ditangkap dan polisi sedang mencari pemilik gedung itu, yang diyakini warga setempat.
Sementara itu, para wanita tersebut diselamatkan dan akan dideportasi ke negara asal mereka. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peluang Persib jumpa Ratchaburi di 16 besar ACL II, CR7 lawan wakil Turkmenistan
31 December 2025 9:16 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018