
Wisata kesehatan menjadi wisata unggulan Visit Malaysia 2026

Padang (ANTARA) - Negara Malaysia menjadikan health tourism atau wisata kesehatan menjadi destinasi unggulan promosi wisata Visit Malaysia 2026.
"Tujuan promosi wisata Visit Malaysia 2026 ini, untuk menggencarkan kunjungan wisatawan antar bangsa, terutama dengan tetangga terdekat Malaysia yaitu Indonesia, khususnya Sumatera Barat dan juga sebaliknya", kata Konsul Pelancongan/ Director Tourism Malaysia, Rosalina Abdul Rahim, dalam Seminar Minat Khas Wisata Kesehatan dan Liburan Visit Malaysia 2026 di Padang, Kamis.
Ia mengatakan segmen masyarakat Indonesia ketika datang ke Malaysia biasanya untuk berlibur, berbelanja, berobat, dan kuliner.
Untuk masalah kesehatan, ia menyebut banyak masyarakat Indonesia yang datang ke Malaysia berobat untuk mendapatkan fasilitas layanan kesehatan terbaik, bertemu dengan dokter terbaik dengan biaya layanan yang terjangkau, dan juga sambil berlibur.
Untuk mempromosikan wisata kesehatan, Malaysia juga merangkul biro perjalanan di Indonesia, untuk menawarkan paket wisata kesehatan bagi wisatawan yang akan berlibur ke Malaysia.
"Wisata kesehatan itu adalah layanan pemeriksaan kesehatan, dimana sambil menunggu hasil pemeriksaan keluar, pasien dapat memanfaatkan waktu dengan berlibur ke berbagai tempat di Malaysia," jelasnya.
Ia menyebut pada tahun 2025 lalu, dari Januari hingga November, setidaknya ada 3,8 juta wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Malaysia.
Sementara itu, Deputy Manager Group of Marketing and Strategic Communication KPJ Healthcare Berhad, Mohd. Khairuddin Khudri, mengatakan untuk layanan Health Tourism, KPJ menawarkan rumah sakit spesialis untuk masyarakat Sumatera Barat yang ingin berobat ke Malaysia, dengan menjemput pasien di bandara lalu membawa pasien ke hotel yang berdekatan dengan rumah sakit KPJ.
"Cara kami menerima pasien adalah dengan mendapatkan laporan kesehatan pasien, lalu memberikan anggaran dan waktu yang diperlukan untuk tinggal di Malaysia selama penngobatan, serta membantu pasien untuk membuat keputusan mengambil perawatan yang dibutuuhkan", katanya.
Selain itu, KPJ juga bekerja sama dengan biro perjalanan di Padang dalam memudahkan membawa pasien untuk berobat ke Kuala Lumpur.
Ia menyebut 80 persen pasien yang berobat ke KPJ Hospital merupakan masyarakat yang berasal dari Indonesia.
"Mereka biasa berobat untuk layanan ortopedi, neurologi, dan juga perawatan sakit kanker," sebutnya.
Pewarta: Melani Friati
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
