Kremlin Katakan Putin dan Merkel Bahas Ukraina dan Misi OSCE
Senin, 24 Maret 2014 13:07 WIB
Moskow, (Antara/Reuters/Xinhua-OANA) - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kanselir Jerman Angela Merkel Minggu berbicara melalui telepon dan menyuarakan kepuasan bahwa kesepakatan telah dicapai untuk mengirim pemantau dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerja sama di Eropa (OSCE) ke Ukraina, kata Kremlin.
"Situasi yang timbul setelah reunifikasi Krimea dengan Federasi Rusia juga dibahas," kata layanan pers Putin pada pernyataan tersebut.
"Adapun krisis di Ukraina, kedua belah pihak menyatakan kepuasannya sehubungan dengan perjanjian mengenai mandat untuk misi pemantauan OSCE."
Rusia Jumat sepakat dengan 56 anggota OSCE lainnya untuk mengirim misi pemantau enam bulan ke Ukraina, namun mengatakan itu bukan mandat di Krimea, yang dicaplok Moskow setelah para pemilih di semenanjung Laut Hitam itu memilih untuk bergabung dengan Rusia dalam referendum yang dicela oleh negara-negara Barat sebagai palsu.
Pemerintah Jerman menolak pernyataan Rusia bahwa pengecualian Krimea dari misi ke Ukraina adalah penerimaan diam-diam oleh kelompok keamanan trans-Atlantik itu, bahwa semenanjung tersebut kini milik Rusia.
Beberapa hari sebelumnya, Jerman telah menghentikan kontrak militer Rusia untuk satu perusahaan teknologi pertahanan Jerman, kata Pemerintah Jerman, Rabu (19/3).
Kementerian Ekonomi Jerman mengatakan di dalam satu pernyataan perusahaan tersebut akan membekukan kontrak pertahanan yang direncanakan dengan Rusia untuk perusahaan Jerman, Rheinmetall.
Menurut laporan media, persetujuan Rheinmetall untuk mengirim teknologi simulasi ke pusat pelatihan tempur Rusia bernilai sebesar 100 juta euro (138 juta dolar AS). Teknologi itu dipesan sekitar dua-setengah tahun lalu dan dijadwalkan selesai tahun ini.
Pusat pelatihan yang lengkap tersebut mestinya bisa melatih 30.000 prajurit per tahun.
Kementerian Ekonomi mengatakan Pemerintah Jerman mempertimbangkan eksport peralatan itu ke Rusia "tidak layak dalam situasi saat ini" dan "Pemerintah mengadakan kontak dengan perusahaan tersebut. Saat ini tidak ada ekspor semacam itu yang direncanakan".
Perusahaan tersebut akan memberitahu Pemerintah pada saatnya apakah pengiriman dilakukan, "sehingga Pemerintah, jika perlu, dapat melakukan tindakan sehubungan dengan perkembangan lebih lanjut", kata Kementerian itu menambahkan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinas Perikanan Pasaman Barat katakan 70 persen nelayan di daerah itu masih tradisional
03 September 2023 17:46 WIB, 2023
Ferdy Sambo katakan siap bertanggung jawab atas tindak pidana yang dilakukannya
01 November 2022 14:01 WIB, 2022
Jaksa Agung katakan penerapan hukuman mati koruptor perlu dikaji bersama
18 November 2021 12:32 WIB, 2021
Pelatih Persib katakan Ezechiel tak turun lawan Bhayangkara karena belum fit
24 October 2019 6:14 WIB, 2019
Dipertanyakan banyak pihak, Menteri Kelautan katakan tetap lakukan penenggelaman
23 October 2019 14:52 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018