Pertempuran Berkobar Dekat Provinsi Kampung Halaman Presiden Bashar
Minggu, 23 Maret 2014 7:42 WIB
Beirut, (Antara/AFP) - Pertempuran berkobar pada Sabtu antara pemberontak dan pasukan pemerintah di Provinsi Latakia utara Suriah, sehari setelah 34 orang tewas ketika gerilyawan berusaha merebut satu tempat penyeberangan perbatasan ke Turki.
Pertempuran itu memicu pemerintah Presiden Bashar al-Assad menyampaikan protes kepada PBB bahwa Turki membantu melindungi pemberonta melintas perbatasan itu dari wilayahnya.
Provinsi Latakia, yang termasuk desa keluarga Bashar, dianggap satu pangkalan pemerintah, dan banyak penduduknya berasal dari minoritas sekte Alawi yang dianut Bashar.
Bagian-bagian luas Latakia relatif terhindar dari tiga tahun pertempuran di Suriah, tetapi provinsi itu guncang Jumat ketika tiga kelompok Islam bertempur untuk merebut perlintasan perbatasan Kasab.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan kelompok gerilyawan Islam itu termasuk Front Al-Nusra yang berafiliasi dengan Al Qaida, yang juga aktif dalam bentokan senjata Sabtu melawan pasukan reguler dan milisi pro-pemerintah.
Tidak ada segera laporan-laporan mengenai korban, tetapi SOHR mengatakan setidaknya 34 orang tewas Jumat, termasuk 13 pemberontak dan lima warga sipil.
Rami Abdel Rahman, drektur SOHR yang bermarkas di Inggris mengatakan pertempuran masih berlangsung di tiga daerah yang dikuasai pemerintah dan tiga lainnya yang pasukan pemerintah berusaha rebut dari pemberontak.
Kantor berita pemerintah SANA mengatakan pasukan pemrrintah telah "menghancurkan satu depot amunisi dan roket serta kendaraan-kendaraan yang mengangkut senjata ... dalam sejumlah operasi" di utara provinsi itu.
Dan satu sumber keamanan mengatakan tentara Jumat merebut kembali dua kantor polisi yang dikuasai "pemberontak yang menyusup dari Turki".
Sumber itu mengatakan Damaskus telah mengirim pesan kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon menuduh Ankara "membantu melindungi" pemberontak dan meminta Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan teroris ini di wilayah Suriah".
"Teroris" adalah istiah rezim yang biasanya digunakan bagi pemberontak.
Bentrokan senjata Jumat itu terjadi setelah Al-Nusra, Sham al-Islam dan Ansar al-Sham mengumumkan awal operasi "Anfal" di daerah Latakia.
Lebih dari 146.000 orang tewas dalam perang saudara tiga tahun dan jutaan orang mengungsi. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Akibat konsleting listrik, api berkobar dan menjalar hingga tiga unit rumah ludes terbakar di Dharmasraya
04 May 2021 16:33 WIB, 2021
Lima Lagi Pekerja Bantuan Tewas Saat Pertempuran Sudan Selatan Berkobar
06 August 2014 11:18 WIB, 2014
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018