
Pertempuran Berkobar di Ibu Kota Sudan Selatan

Juba, (Antara/AFP) - Pertempuran seru berkobar di ibu kota Sudan Selatan, Juba, pada Selasa, saat pasukan setia kepada presiden berperang menghadapi tentara, yang dituduh berusaha melakukan kudeta di negara termuda dunia itu. Bakutembak terus berlangsung, termasuk penembakan sporadis senjata berat, yang dimulai pada Selasa pagi, sementara penduduk ketakutan mengurung diri di rumah atau berusaha meninggalkan kota itu. Wakil Menteri Kesehatan Sudan Selatan Makur Korion mengatakan di radio lokal setidaknya 26 orang sejauh ini tewas dalam baku tembak itu. Paling tidak 130 orang lagi dilaporkan cedera. "Kami masih mendengar suara tembakan dari berbagai lokasi. Situasi sangat mencekam," kata Emma Jane Drew dari badan batuan Inggris Oxfam kepada AFP melalui telepon dari Juba. "Baku tembak masih berlangsung. Suara tembakan dapat didengar sepanjang malam. Kami tidak tahu siapa yang bertempur," katanya. Drew mengatakan timnya tidak dapat meninggalkan kompleks mereka karena pertempuran itu, yang dimulai Ahad malam. Presiden Sudan Selatan Salva Kiir menuduh pasukan yang setia pada musuh bebuyutannya, mantan wakil presiden Riek Machar yang dipecat dari jabatannya Juli, berusaha melakukan kudeta. Pada Senin, Kiir mengatakan pasukannya "menguasai sepenuhnya situasi keamanan di Juba," dan memberlakukan jam malam di kota itu. Stasiun radio independen Tamzuj milik Machar mengatakan bentrokan senjata terjadi di sekitar kompleks milik Machar atau para pendukungnya. Radio PBB mengatakan setidak-tidaknya 7.000 warga mengungsi di kantor-kantor PBB. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
