Bahrain: Ikhwanul Muslimin Ancaman Regional
Sabtu, 22 Maret 2014 9:50 WIB
Manama, (Antara/Xinhua-OANA) - Menteri Luar Negeri Bahrain Sheikh Khalid bin Ahmad Al Khalifa, Jumat (21/3), mengatakan Ikhwanul Muslimin bukan hanya menimbulkan ancaman bagi negaranya tapi juga mempengaruhi kestabilan Arab Saudi, Mesir dan Uni Emirat Arab.
"Bahrain akan menangani setiap ancaman dari Ikhwanul Muslimin", yang telah ada di banyak negara di seluruh dunia, "dengan cara yang sama negara ini menangani setiap potensi ancaman terhadap kestabilan dan keamanannya", kata Sheikh Khalid, yang dikutip oleh Kantor Berita Bahrain.
"Apa pun yang menimbulkan ancaman bagi keamanan dan kestabilan negara saudara Arab Saudi dan UAE secara langsung mempengaruhi kestabilan dan keamanan Bahrain, dan sebaliknya, dan siapa pun yang bertanggung jawab atas semua itu tak diragukan lagi adalah musuh kami," ia menambahkan, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi.
Awal Maret, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain memanggil duta besar mereka dari Qatar, pendukung utama Ikhwanul Muslimin di Teluk, karena bantuan Doha bagi "mereka yang menimbulkan ancaman terhadap keamanan dan kestabilan negara Dewan Kerja Sama Teluk".
Arab Saudi dan Mesir telah memasukkan Ikhwanul Muslimin sebagai "organisasi teroris". Mantan presiden Mesir Mohamed Moursi --yang dipilih secara demokratis-- berasal dari organisasi tersebut. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Safari Subuh di Masjid Ikhwanul Muslimin, Hendri Septa : Kita Jaga dan Bekali Generasi Muda!
07 April 2024 19:47 WIB, 2024
Mantan Presiden Mesir Mohamed Mursi meninggal setelah pingsan di pengadilan Kairo
18 June 2019 7:15 WIB, 2019
Pengadilan Mesir Rekomendasikan Hukuman Mati Bagi 683 Pendukung Ikhwanul Muslimin
28 April 2014 16:12 WIB, 2014
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018