Kemenhub Serahkan Bantuan Kapal untuk Mentawai
Kamis, 20 Maret 2014 8:16 WIB
Padang, (ANTARA) - Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyerahkan bantuan satu kapal motor berkapasitas 436 penumpang untuk melayani rute antarpulau di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantoro di Padang, Kamis, mengatakan pemenuhan kebutuhan transportasi laut di daerah kepulauan hingga saat ini belum optimal.
Pemerintah, katanya, berkewajiban menyediakan alat transportasi yang dibutuhkan masyarakat di daerah kepulauan.
"Ini sudah menjadi kewajiban pemerintah. Kami berkewajiban menyediakan alat transportasi yang dibutuhkan masyarakat daerah kepulauan, meskipun satu pulau itu hanya 100 kepala keluarga, mereka juga rakyat kita yang tetap harus diberikan pelayanan," katanya.
Bambang mengatakan hal itu pada peresmian operasional kapal perintis KM Sabuk Nusantara 37 di Dermaga 4 Pelabuhan Teluk Bayur, Padang.
Hingga saat ini, katanya, di berbagai tempat di Tanan Air, tercatat 1.932 pelabuhan, namun tidak semua pelabuhan itu bisa disinggahi kapal ukuran besar.
Oleh karena itu, katanya, dibutuhkan sejumlah kapal perintis, termasuk untuk Sumbar yang juga memiliki belasan pulau kecil dan terpencil, seperti di Kepulauan Mentawai.
Pemerintah saat ini memiliki 47 kapal perintis, tujuh unit di antaranya baru saja selesai konstruksi, sedangkan trayek perintis yang ada saat ini 84 trayek.
Pihaknya juga menargetkan penambahan tujuh kapal perintis baru hingga akhir 2014, sehingga total jumlah armada kapal perintis mencapai 53 unit.
Bambang menyebutkan KM Sabuk Nusantara 37 akan melayani pelayaran hampir seluruh daerah di Kepulauan Mentawai, mulai dari Teluk Bayur menuju Panasahan (Painan), kemudian ke Tua Pejat, Teluk Kutarai, Simalepet/Siberut, Muara Saibi-Sikabaluan/Pokai, Labuhan Bajau-Singapokna, Bataet-Singapokna, Labuhan Bajau, Sikabaluan/Pokai- Muara Sibi, Simalepet/Siberut, Teluk Kutarai, kemudian kembali ke Tua Pejat.
Setelah itu, berlayar lagi ke Sioban, Berilau, Pasapuat/Simangayak, Sikakap, Malakopak, Bake/Bulasak, Sinakak. Selanjutnya ke Pulau Baai (Bengkulu) dan kembali ke Teluk Bayur.
Ia mengatakan KM Sabuk memiliki panjang 62,80 meter dan lebar 12 meter.
Kapal itu, bisa mengangkut 436 orang dan membawa barang hingga 50 ton, dengan rincian, kelas I 8 orang, kelas II 16 orang, dan kelas ekonomi 376 orang, serta untuk awal kapal sebanyak 36 orang.
Biaya pembuatan kapal menggunakan dana APBN sebesar Rp48,5 miliar.
KM Sabuk Nusantara 37 dilengkapi dengan 2 x 1.030 PS mesin utama dan 2 x 145 kW, 1.500 Rpm, 2 x 160 kVA, 50 Hz mesin pembantu. Kecepatan maksimal kapal 12 knot.
Selain itu, kapal tersebut dilengkapi dua sikoci yang bisa mengangkut penumpang hingga 140 orang.
KM Sabuk Nusantara 37 juga akan melayani pelayaran di empat daerah, yaitu Padang, Painan, Mentawai, dan Bengkulu.
Tarif untuk semua penumpang akan mendapat subsidi dari pemerintah. Penumpang dewasa dengan tarif Rp13 ribu per orang, anak-anak Rp9.800, bayi Rp600, dan barang Rp5.200 per ton. (**/dio)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Fadly Amran serahkan kunci 11 unit Hunsela bagi warga terdampak bencana di Kapalo Koto
26 January 2026 14:57 WIB
Kemensos serahkan santunan Rp2,92 miliar ke korban bencana hidrometeorologi di Agam
15 January 2026 12:44 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018