Jepang Kenakan Sanksi Terhadap Rusia Atas Masalah Krimea
Selasa, 18 Maret 2014 12:40 WIB
Tokyo, (Antara/AFP) - Jepang pada Selasa mengatakan pihaknya akan menjatuhkan sanksi-sanksi kepada Rusia atas tindakannya yang "tercela" mengakui referendum pemisahan Krimea dari Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin menandatangani satu dekrit mengakui Krimea sebagai negara merdeka setelah referendum akhir pekan untuk memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia dalam sebuah langkah yang telah mengipasi krisis Timur-Barat terburuk sejak Perang Dingin.
"Ini menyedihkan bahwa Rusia mengakui kemerdekaan Republik Otonomi Krimea, satu langkah yang melanggar kedaulatan Ukraina dan integritas teritorialnya," kata kementerian luar negeri Jepang dalam sebuah pernyataan Selasa.
"Jepang akan menangguhkan perundingan-perundingan pelonggaran persyaratan visa, dan tidak akan memulai pembicaraan mengenai kesepakatan investasi baru, kesepakatan luar angkasa dan kesepakatan
yang ditujukan untuk mencegah kegiatan berisiko militer," tambahnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Amerika Serikat dan Eropa mengumumkan sanksi-sanksi pada Senin, dengan Gedung Putih mengatakan langkah-langkah, yang paling sulit melawan Rusia sejak Perang Dingin, akan menargetkan broker kekuatan ekonomi di Moskow jika Kremlin tidak berubah.
Tidak ada tanda-tanda Putin mundur, dan Krimea yang pro-Moskow
berwenang membuat rencana untuk segera menghormati suara 96 persen referendum Minggu untuk kembali ke Rusia.
"Jepang mendesak Rusia untuk memahami posisi yang ditegakkan oleh kekuatan dunia G7 (Kelompok Tujuh)", termasuk Jepang, kata Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga kepada wartawan.
Suga, juru bicara pemerintah, menambahkan bahwa Jepang "tentu saja, sedang memikirkan" tentang tindakan lebih lanjut terhadap Rusia. Namun ia tidak memberikan rincian.
Namun, Suga membantah dugaan bahwa sanksi suam-suam kuku Tokyo - jika dibandingkan dengan larangan perjalanan mitra Baratnya dan pembekuan aset-aset terhadap para pejabat Rusia dan Ukraina - terkait dengan upaya yang ditujukan untuk memecahkan sengketa teritorial berusia puluhan tahun dengan Moskow.
"Itu tidak terjadi," katanya. "Jepang tidak pernah mengabaikan upaya untuk mengubah status quo melalui kekerasan." (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penampakan anggota Kabinet Merah Putih kenakan seragam komcad di Akmil
25 October 2024 9:20 WIB, 2024
Tampil berbeda, Lapas Kelas III Alahan Panjang meriahkan upacara HUT RI Ke-79 kenakan baju adat
17 August 2024 18:57 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018