Pemimpin Al Shabaab Desak Somalia Perangi Musuh Lama Ethiopia
Selasa, 11 Maret 2014 7:05 WIB
Mpgadishu, (Antara/Reuters) - Pemimpin kelompok Islam sekutu Al Qaida, al Shabaab mendesak Somalia untuk melakukan perang suci terhadap Ethiopia, tetangga negara Tanduk Afrika Somalia yang pasukannya sedang mempersiapkan untuk memimpin serangan Uni Afrika terhadap gerilyawan.
Ethiopia menyerang dalam perang yang naas di Somalia pada 2006-09 tetapi mengirim pasukan kembali pada tahun 2011 untuk memerangi al Shabaab.
Pada 2013 menjadi bagian dari AMISOM, pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika yang berkekuatan 22.000 orang, termasuk pasukan dari Kenya, Uganda, Burundi dan Sierra Leone.
Pasukan Ethiopia telah selama dua pekan terakhir mendesak al
Shabaab dari beberapa kota, termasuk Hudur, ibu kota wilayah Bakool di selatan-tengah Somalia.
Para pengulas mengatakan ini kemajuan bisa menjadi pertanda serangan di seluruh negeri seperti yang direncanakan.
Dalam pesan suara yang direkam dan disiarkan pada Minggu, Pemimpin Shabaab Ahmed Godane, yang juga dikenal sebagai Mukhtar Abu al-Zubair, mengatakan Pemerintah Mogadishu Barat yang didukung Ethiopia dan bertindak atas perintah dari Amerika Serikat akan dikalahkan.
"Somalia, agamamu telah diserang, tanahmu dipecah-pecah, sumber daya Anda dijarah secara langsung dan tidak langsung melalui
pemerintahan boneka - kemenangan kami terletak pada Jihad (perang suci)," kata Godane, dalam sebuah pesan yang direkam, menunjuk pada permusuhan bersejarah antara terutama Kristen Ethiopia dan Muslim Somalia.
Godane mengatakan, Ethiopia yang terkurung daratan telah menginvasi Somalia dan mengejar akses ke pantai Samudera Hindia, Somalia.
Kedua negara telah terlibat perang pada tahun 1977-78.
"Ethiopia akan gagal seperti kegagalannya di masa lalu dan
kelompok Muslim akan jauh lebih kuat," kata Godane.
Pernyataan publik terakhir terjadi pada September ketika Al Shabaab mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan di satu mal mewah di ibukota Kenya Nairobi .
Orang-orang bersenjata Somalia melemparkan granat ke restoran yang sibuk dan mengeksekusi para pembeli kaya sebagai hukuman untuk keterlibatan militer Kenya di Somalia. Setidaknya 67 orang tewas.
"Tujuan dari invasi (asing) adalah untuk membagi bagian yang
tersisa Somalia antara Kenya dan Ethiopia berdasarkan lindungan
pembentukan negara Somalia," tambah Godane, merujuk pada penciptaan Federal Somalia.
Godane tahun 2013 membersihkan sebagian besar saingannya dalam
kepemimpinan Al Shabaab setelah hampir dua tahun perdebatan
ideologi, strategi dan taktik.
Mantan menteri kabinet Somalia Abdirashid Hashi, sekarang
wakil direktur Heritage Institute Mogadishu yang berbasis Studi Kebijakan, mengatakan pesan Godane adalah upaya untuk menciptakan
suasana mengingatkan pada periode 2006-09, ketika banyak
orang-orang Somalia di dalam dan di luar negeri menentang pasukan Ethiopia.
Tetapi Hashi mengatakan kampanye pemboman al Shabaab dan pembunuhan-pembunuhan warga sipil telah membuat banyak warga Somalia gelisah mengenai gerilyawan.
"Dengan cara al Shabaab telah melakukan sendiri selama beberapa tahun terakhir, saya pikir itu akan sangat sulit bagi Godane untuk menciptakan jenis suasana hati yang ada pada tahun 2006,"
Kata Hashi.
"Banyak warga Somalia lebih khawatir tentang dia dan
kebijakannya." (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo kembali kutip Al Quran surat Ra'd ayat 11, komitmen perbaiki bangsa
07 February 2026 14:55 WIB
Wawako Sawahlunto dorong penguatan pendidikan Al-Quran berbasis pemahaman nilai
30 January 2026 8:52 WIB
Yayasan Al-Azhar BSD salurkan bantuan bagi korban bencana di Padang Panjang
24 January 2026 11:26 WIB
Wali Kota Solok Resmikan Gedung Al Azhar International Islamic School Solok
07 January 2026 15:51 WIB
PT BSS Pasaman Barat serahkan bantuan biaya pemeliharaan ikan larangan-Masjid Al Huda Simpang Tiga Alin
24 December 2025 15:02 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018