Abu Kelud Pengaruhi Potensi Lahar Dingin Merapi
Senin, 10 Maret 2014 16:31 WIB
Erupsi Gunung Kelud. (Antara)
Yogyakarta, (Antara) - Abu erupsi Gunung Kelud yang turun di wilayah DIY khususnya di seluruh sungai yang berhulu di Gunung Merapi turut mempengaruhi potensi banjir lahar dingin di sungai tersebut.
"Kandungan abu di sungai yang berhulu di Gunung Merapi meningkat pascahujan abu Kelud. Konsentrasi abu yang lebih tinggi ini meningkatkan potensi banjir lahar dingin saat terjadi hujan deras," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Subandriyo di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, banjir lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi kerap terjadi pascaletusan 2010, namun intensitasnya turun mulai 2011 hingga 2013.
Setelah wilayah DIY dan sungai berhulu di Gunung Merapi diguyur hujan abu erupsi Kelud pada pertengahan Februari dengan ketebalan sekitar tiga sentimeter, kembali terjadi banjir lahar dingin di beberapa sungai seperti Sungai Woro dan Sungai Apu.
Banjir lahar dingin di kedua sungai tersebut terjadi pada Rabu (5/3). Tidak ada korban jiwa akibat banjir itu, namun beberapa truk dan alat berat yang sedang digunakan untuk menambang pasir hanyut terbawa aliran.
"Syarat terjadi aliran lahar saat hujan adalah kandungan abu mencapai lebih dari dua persen. Abu lebih mudah larut apabila tersapu air sehingga saat hujan deras terjadi aliran lahar dingin," katanya.
Lahar hujan di sungai yang berhulu di Gunung Merapi biasanya baru terjadi jika intensitas curah hujan mencapai 100 milimeter per jam, namun pascahujan abu Kelud hanya dibutuhkan intensitas hujan sekitar 50 milimeter per jam untuk menyebabkan lahar dingin.
Berdasarkan pemantauan BPPTKG, material erupsi Gunung Merapi yang masih mengendap di sungai tersisa sekitar 30 hingga 40 juta meter kubik.
Hingga saat ini, status gunung api aktif tersebut masih dinyatakan aktif normal meskipun pada Senin sekitar pukul 06.54 WIB menghembuskan asap solfatara pekat setinggi 1.500 meter dan menyebabkan hujan abu tipis di Deles Klaten Jawa Tengah.
"Warga tidak perlu panik karena kejadian seperti ini wajar. Kandungan gas di Merapi cukup tinggi sehingga pelepasan gas dimungkinkan akan kerap terjadi," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gugas COVID-19 minta kapal Pelni tidak lagi layani angkutan orang ke Batam
22 April 2020 14:58 WIB, 2020
Pelni: Kondisi 14 orang ABK Kelud positif COVID-19 dalam kondisi stabil
17 April 2020 17:17 WIB, 2020
Pelni: 39 orang ABK KM Kelud yang dikarantina di Pulau Galang dalam kondisi stabil
14 April 2020 18:10 WIB, 2020
Kapal KM Kelud dikarantina di Pelabuhan Belawan karena bawa penumpang positif COVID-19
13 April 2020 11:54 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018