Kanada Tidak akan Akui Referendum Crimea
Jumat, 7 Maret 2014 10:57 WIB
Ottawa, (Antara/AFP) - Kanada tidak akan mengakui referendum Crimea untuk bergabung Rusia, selama Moskow mempertahankan cengkeraman militernya di wilayah Ukraina, kata Perdana Menteri Stephen Harper, Kamis.
"Invasi Rusia ke Ukraina adalah tindakan agresi, pelanggaran jelas kedaulatan Ukraina, dan hukum internasional," kata Harper dalam sebuah pernyataan.
"Kanada tidak akan mengakui referendum yang diadakan di suatu daerah yang tengah berada dalam pendudukan militer secara ilegal."
Pasukan Rusia secara de facto mengambil kendali atas Crimea yang strategis, lokasi Armada Laut Hitam Kremlin, menyusul pemecatan Presiden Ukraina pro-Moskow Viktor Yanukovych pada 22 Febuari.
Referendum pada 16 Maret akan bertanya pada warga apakah mereka ingin memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Federasi Rusia.
Presiden AS Barack Obama, Kamis, juga memperingatkan bahwa referendum tersebut akan melanggar hukum internasional dan kedaulatan Ukraina. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zigo Rolanda : Pemulihan bencana tidak hanya harus cepat tapi juga harus terukur
28 January 2026 12:29 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018