Banda Aceh, (Antara) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Brigjen Pol Husein Hamidi mengatakan secara umum situasi keamanan dan ketertiban menjelang Pemilu Legislatif 2014 di daerah itu terkendali. "Secara umum, situasi keamanan menjelang Pemilu Legislatif di Aceh terkendali. Namun begitu, ada di beberapa daerah eskalasi gangguan keamanannya meningkat," kata Kapolda Aceh di Banda Aceh, Kamis. Ia menyebutkan, dari 23 kabupaten/kota di Aceh, hanya beberapa daerah yang keamanannya terganggu. Ketiganya, yakni Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, dan Kabupaten Aceh Selatan. Kapolda mengakui ada sedikit keresahan masyarakat terkait gangguan keamanan di tiga daerah tersebut. Untuk mengatasinya, Polda Aceh mengirim pasukan ke wilayah itu. "Ada empat satuan setingkat kompi atau SSK yang dikirim Polda Aceh mendukung pengamanan polisi resor, terutama di kawasan pantai timur Aceh. Pasukan ini untuk menjawab keresahan masyarakat," kata dia. Pasukan ini bergerak secara terus menerus. Mereka juga akan melakukan razia senjata api, narkoba, maupun kejahatan lain. Selain itu, beberapa di antara mereka ditempatkan di daerah yang dianggap rawan. Menyangkut pengungkapan kasus-kasus kekerasan pemilu, kata dia, Polda Aceh dibantu tim Mabes Polri sudah turun ke lapangan. Tim ini sedang mengumpulkan bukti dan keterangan saksi di lapangan. "Kami terus berupaya mengungkap kasus-kasus kekerasan jelang pemilu ini. Selain itu, Polda Aceh juga berupaya mengantisipasi terjadinya kekerasan, terutama menjelang pemilu," kata dia. Ia mengatakan, kepolisian terus berupaya mewujudkan rasa aman masyarakat, sehingga mereka bisa menggunakan hak pilihnya pada 9 April mendatang sesuai hati nuraninya. "Kepada para personel Polri yang bertugas di Aceh diminta bekerja profesional dan penuh tanggung jawab, sehingga terwujud rasa keamanan masyarakat," kata Brigjen Pol Husein Hamidi. (*/sun)