BK DPR Belum Jadwalkan Pemanggilan Dahlan Iskan
Kamis, 29 November 2012 15:49 WIB
Jakarta, (ANTARA) - Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR Muhammad Prakosa mengatakan sudah merencanakan untuk memanggil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, tetapi belum dijadwalkan.
"Dugaan pemerasan oleh anggota DPR itu yang memulai Dahlan Iskan berdasarkan laporan dari direksi BUMN. Karena itu, kami merencanakan untuk memanggil dia," kata Muhammad Prakosa di Jakarta, Kamis.
Meskipun belum merencanakan untuk memanggil Dahlan Iskan, politisi PDI Perjuangan itu mengatakan sudah mengagendakan sidang etik BK DPR untuk mengambil keputusan terkait dugaan pemerasan BUMN oleh DPR.
Prakosa mengatakan BK DPR akan menggelar sidang etik untuk mengambil keputusan Rabu (5/12) malam. Dalam sidang itu akan diputuskan dugaan pemerasan terhadap PT Merpati Nusantara Airlines, PT PAL dan PT Garam.
"Pada Selasa (4/12) kami mengagendakan untuk memanggil Direksi PT PAL dan PT Garam bersama Anggota Komisi VI Idris Laena," tuturnya.
Belum Ada Bukti
Prakosa mengatakan sejauh ini BK DPR belum mendapatkan bukti-bukti kuat yang menyatakan sejumlah anggota DPR memeras BUMN. Menteri BUMN Dahlan Iskan dan sejumlah direksi BUMN yang dipanggil hanya memberikan kesaksian, tanpa ada bukti.
"Sampai sejauh ini kami belum bisa menentukan adanya indikasi pelanggaran etika oleh anggota DPR," ujarnya.
Dia mengatakan dalam surat Menteri BUMN Dahlan Iskan kepada BK DPR pun tidak disebutkan adanya pemerasan oleh anggota DPR. Dalam surat itu, Dahlan menyebutkan adanya permintaan dari anggota DPR. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi III DPR tolak hukuman mati ayah bunuh pelaku pelecehan anaknya di Pariaman
11 February 2026 10:19 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman : GPM harus berpihak pada masyarakat korban bencana
05 February 2026 17:23 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018