Moskow, (Antara/RIA Novosti-0ANA) - Rusia mengambil langkah-langkah tambahan untuk memastikan keamanan di fasilitas angkatan lautnya di Semenanjung Krimea di tengah kerusuhan politik yang berkembang di Ukraina, kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Rabu. "Kami secara hati-hati memantau situasi di Ukraina dan sekitar Armada Laut Hitam, kata Shoigu kepada wartawan di Moskow. "Kami mengambil langkah-langkah untuk memastikan keamanan fasilitas armada, infrastruktur dan persenjataan, katanya tanpa merinci langkah-langkah tersebut . Sebuah sumber militer Rusia mengatakan sebelumnya pada Rabu bahwa titik-titik pemeriksaan keamanan di beberapa fasilitas Armada Laut Hitam telah diperkuat dengan kendaraan lapis baja . Pernyataan Shoigu menyusul laporan-laporan bentrokan yang pecah Rabu di kota Ukraina selatan Simferopol pada saat kerumunan besar penentang otoritas nasional yang baru berhadapan dengan wakil-wakil masyarakat Tatar Krimea di luar parlemen lokal. Sampai dengan pemimpin Soviet Nikita Khrushchev pada tahun 1954 dipindahkan ke Crimea, yang kemudian menjadi Republik Sosialis Ukraina Soviet, wilayah itu secara resmi menjadi bagian dari Rusia. Armada Laut Hitam mempertahankan basis utamanya di pelabuhan Sevastopol dan beberapa instalasi angkatan laut tambahan sekitar semenanjung. Selama masa jabatan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych, yang dimulai pada awal 2010 dan berakhir dengan kejatuhannya pada Sabtu, negara memperbarui sewa Rusia atas fasilitas angkatan laut di Crimea sampai 2042. (*/jno)