Berlin, (Antara/AFP) - Kanselir Jerman Angela Merkel pada Kamis mendesak Presiden Ukraina Viktor Yanukovych agar menerima bantuan Uni Eropa (UE) dalam perundingan yang dilakukannya dengan pihak oposisi. Merkel juga mengecam terjadinya kekerasan terbaru di negara tersebut. Kanselir Jerman itu berbicara dengan Yanukovych melalui sambungan telepon sementara bentrokan sengit yang berlangsung di Kiev disebut-sebut telah menewaskan 27 orang. Bentrokan itu terjadi di saat para utusan Uni Eropa baru saja mengadakan pembicaraan soal krisis dengan presiden yang tengah mendapat banyak tentangan itu. "Ia mengecam keras peningkatan (kekerasan) terbaru," kata juru bicara Merkel, Steffen Seibert, dalam sebuah pernyataan. "Semua pihak harus segera menahan diri dari tindakan kekerasan serta segera menerapkan gencatan senjata yang telah disepakati. Tanggung jawab utama berada di tangan pemerintah," kata Seibert dengan mengutip Merkel. Merkel mengatakan "hanya perundingan yang diiikuti dengan hasil yang cepat dan nyata dalam hal pembentukan pemerintahan serta reformasi perundang-undangan akan memberikan peluang bagi dicapainya penyelesaian konflik yang berkelanjutan." Kanselir "menyatakan keinginan Uni Eropa, Jerman dan mitra-mitra lainnya, untuk membantu perundingan antara pemerintah dan oposisi," kata Seibert. "Ia sangat menyarankan presiden Ukraina untuk menerima tawaran ini dengan menekankan bahwa bermain-main dengan waktu hanya akan mengobarkan konflik lebih jauh serta menimbulkan resiko yang tidak terhitung." Merkel juga menekankan bahwa "karena adanya peningkatan kekerasan saat ini, UE hari ini akan membahas soal sanksi," tambah pernyataan itu. Yanukovych sedang melakukan pembicaraan menyangkut krisis bersama para menteri luar negeri Jerman, Prancis, dan Polandia menjelang berlangsungya sidang darurat Uni Eropa di Brussels. Sidang darurat itu diperkirakan akan menghasilkan keputusan untuk menjatuhkan sanksi terhadap para pejabat pemerintahan Ukraina terkait kerusuhan. (*/sun)