Toraja, (Antara) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dianugerahi gelar adat sebagai warga kehormatan dari masyarakat Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang dinilai memiliki tingkat kerukunan dan toleransi tinggi sehingga layak dicontoh daerah lainnya. "Bangsa Indonesia telah mengenal kebaikan tanah Toraja yang dikenal masyarakat religius, taat beragama menghormati adat istiadat, memiliki rasa persaudaraan, toleransi, dan kerukunan yang tinggi," kata Presiden dalam acara "Singgi" (pemberian gelar adat) di Toraja, Sulsel, Kamis. Menurut dia, masyarakat Toraja merupakan salah satu contoh gambaran masyarakat yang baik yang hendak ditegakkan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. Untuk itu, Presiden mengajak masyarakat Indonesia dapat mencontoh masyarakat Toraja agar setiap permasalahan dapat diselesaikan secara damai serta menghindari konflik dan kekerasan. SBY mengingatkan bahwa untuk menuju kesejahteraan dan pembangunan ekonomi maka dibutuhkan prasyarat yaitu kondisi politik yang stabil serta jalinan kerukunan yang baik. Bila Indonesia telah rukun damai dan memiliki toleransi yang tinggi, ujar dia, maka ekonomi dapat terbangun dengan baik karena infrastruktur dapat terbangun serta ketahanan pangan dan energi dapat ditingkatkan. Yudhoyono juga mengucapkan terima kasih kepada pemuka adat Toraja yang telah memberikan gelar adat dan warga kehormatan kepada dirinya dan Ibu Negara, Ani Bambang Yudhoyono. "Saya bertekad mempertanggungjawabkan penganugerahan gelar adat dan warga kehormatan agar dapat membawa kemajuan bagi Toraja," ujarnya. Menurut Presiden, dirinya dan sang isteri sebenarnya sudah lama ingin berkunjung ke Tana Toraja yang dikenal karena keindahannya. Dalam kunjungannya tersebut, Presiden juga membawa sejumlah menteri antara lain Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, serta Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Winandar. "Saya mendukung dan menyampaikan para menteri untuk terus mengembangkan pariwisata di tempat ini," kata Presiden. Presiden mencontohkan, pemerintahan setempat Toraja dapat bekerja sama dengan Menteri Pekerjaan Umum yang dibawanya langsung ke Toraja utk melihat-lihat sejumlah jalan yang dapat diperluas atau diperbaiki. Setelah acara penganugerahan gelar adat dan warga kehormatan, Presiden juga diperlihatkan prosesi upacara adat seperti Rambu Solo yang merupakan upacara adat yang berhubungan dengan kematian seseorang atau upacara pemakaman. (*/jno)