Suriah Kutuk Pemboman di Beirut
Kamis, 20 Februari 2014 10:21 WIB
Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Pemerintah Suriah, Rabu (19/2), dengan tegas mengutuk dua ledakan yang mengguncang Ibu Kota Lebanon, Beirut, pada pagi hari yang sama dan menewaskan lima orang, kata kantor berita resmi Suriah, SANA.
"Negara yang menampung, mendanai dan mendukung terorisme dengan uang dan senjata bertanggung-jawab atas ledakan itu," kata Perdana Menteri Wael Al-Halqi di dalam satu pernyataan.
Pada Rabu pagi, Brigade Abdullah Azzam --kelompok yang memiliki hubungan dengan Al Qaida-- melancarkan dua pemboman yang ditujukan kepada misi kebudayaan Iran di Beirut. Serangan itu menewaskan lima orang dan melukai lebih dari 80 orang lagi.
Di dalam pesannya di Twitter, kelompok tersebut menyatakan akan melanjutkan operasinya terhadap "partai Iran di Lebanon", dalam rujukan kepada Hizbullah, selama organisasi Syiah Lebanon itu berperang di Suriah dengan mendukung rejim Presiden Bashar al-Assad.
Brigade Abdullah Azzam juga mengaku bertanggung-jawab atas dua pemboman bunuh diri terhadap Kedutaan Besar Iran di Beirut pada 17 November, sehingga menewaskan 25 orang dan melukai 147 orang lagi.
Militer Lebanon pada Januari menangkap pemimpin kelompok tersebut Majed Al-majed --yang belakangan meninggal di dalam penjara militer Lebanon.
Perdana Menteri Suriah Wael Al-Halqi mengatakan serangan semacam itu menimbulkan serangkaian ketidak-stabilan dan keprihatinan bagi Lebanon, Suriah dan seluruh wilayah tersebut pada umumnya.
Perdana menteri itu menekankan perlunya bagi PBB dan Dewan Keamanan untuk memikul tanggung jawab mereka dalam mensahkan resolusi guna mencegah para pendukung teror melancarkan aksi mereka, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.
Pemerintah Suriah telah menuduh para pemain regional dan internasional menyulut situasi di wilayah tersebut dengan mendukung kelompok radikal untuk merusak keamanan dan kestabilan Suriah serta negara lain di wilayah itu, seperti Lebanon dan Irak.
Sementara itu, Menteri Penerangan Suriah Omran Az-Zoubi menegaskan bahwa seluruh wilayah tersebut menjadi sasaran satu rancangan teror yang didukung oleh banyak pihak dengan satu tujuan.
Ia menekankan perlunya bagi kehadiran satu strategi untuk memerangi terorisme di wilayah tersebut dengan menuntut pertanggung-jawaban dari semua pihak yang mendukung, mendanai dan menampung pelaku teror.
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Aliansi Peradaban PBB kutuk pembakaran Al Quran di Swedia, sebut sebagai tindakan keji
24 January 2023 6:02 WIB, 2023
LPOI dan LPOK kutuk keras aksi pembakaran Al Quran oleh politisi Swedia
23 January 2023 16:37 WIB, 2023
Pakistan bergabung dengan negara-negara muslim kutuk serbuan Israel ke Masjid Al Aqsa
08 August 2022 13:49 WIB, 2022
Pasar Bawah Bukittinggi diduga sengaja dibakar OTK, Wako Erman Safar kutuk pelaku jika terbukti (Video)
24 November 2021 13:57 WIB, 2021
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018