AS Kecam Kritik Israel yang Diberitakan Terhadap Rencana Kerry
Rabu, 15 Januari 2014 7:48 WIB
Roma, (Antara/AFP) - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Selasa mengecam komentar-komentar Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon yang mengeritik rencana keamanan yang diajukan Menteri Luar Negeri John Kerry.
"Keterangan menteri luar negeri itu jika akurat bersifat ofensif dan tak pantas khususnya menyangkut semua yang Amerika Serikat berikan untuk mendukung kebutuhan keamanan Israel," kata wanita juru bicara Deplu AS Jennifer Psaki kepada wartawan menyusul kunjungan Kerry ke Vatikan.
Surat kabar Yediot Aharonot di Israel pada Selasa melaporkan Menhan Moshe Yaalon mengatakan dalam pembicaraan pribadi dengan para pejabat Israel bahwa rencana Kerry "tak sebanding kertas kerja yang ditulis".
Menteri itu juga menuding Menlu AS memiliki "obsesi yang tak dapat dipahami" tentang penyelesaian konflik Israel-Palestina, dengan menuduh Kerry bersifat naif dan secara tak langsung mengatakan dia merupakan gangguan.
"Rencana itu tak memberikan keamanan dan juga perdamaian," kata dia seperti dilansir harian itu, seraya menambahkan,"Hanya yang mungkin menyelamatkan kita ialah jika John Kerry meraih Hadiah Nobel dan membiarkan kita begini."
Tetapi Psaki mengatakan Kerry dan timnya "bekerja siang dan malam untuk mencoba mempromosikan perdamaian bagi Israel karena keprihatinan Menlu yang mendalam bagi masa depan Israel.
"Untuk mempertanyakan motif-motifnya dan mengubah proposalnya bukan sesuatu yang kami harapkan dari menteri pertahanan sekutu dekat," kata dia.
Kerry mendorong Israel dan Palestina kembali ke meja perundingan pada musim panas lalu dan telah mengunjungi kawasan itu 10 kali sejak dia menjadi menteri luar negeri pada Februari 2013.
Proposalnya mencakup satu rencana perdamaian bagi Lembah Yordan tempat Tepi Barat berbatasan dengan Yordania, yang akan melibatkan peralatan teknologi tinggi dan canggih dan stasiun peringatan dini yang akan mengizinkan Israel mengurangi atau menggantikan kehadiran militernya di kawasan itu, tulis media Israel.
Israel selalu mengatakan pihaknya akan memelihara kehadiran militer di Lembah Yordan dalam perjanjian akhir, satu ide yang ditolak sepenuhnya oleh pihak Palestina. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi IX DPR kecam kasus kekerasan seksual dokter PPDS Unpad di RSHS Bandung
10 April 2025 13:20 WIB
Palestina kecam Israel atas pemindahan paksa pasien ke RS Indonesia
29 December 2024 13:06 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018