Washington, (Antara/AFP) - Amerika Serikat pada Senin mendesak sekutu Thailand untuk mencari jalan damai guna menyelesaikan perbedaan yang dalam dan memuji menahan diri yang ditunjukkan sejauh ini oleh pemerintah yang dihadapkan dengan protes besar. Para pejabat AS "mendesak semua pihak untuk menahan diri dari kekerasan, menahan diri dan menghormati aturan hukum," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Marie Harf kepada wartawan. "Kami lakukan, saya perhatikan, dan memuji menahan diri yang ditunjukkan sejauh ini oleh pemerintah yang berwenang dalam hal ini," katanya. Harf mengatakan bahwa para pejabat AS sedang bekerja dengan "berbagai" pemain "untuk mendorong dialog dan transisi demokrasi yang damai." Ribuan pengunjuk rasa telah menyerbu Bangkok untuk mendesak Perdana Menteri sementara Yingluck Shinawatra mundur dan membuat jalan bagi sebuah "dewan rakyat" yang tidak dipilih yang akan mengawasi reformasi untuk membatasi dominasi politik keluarga miliarder Shinawatra. Perselisihan sipil ini adalah yang terburuk sejak tahun 2010, ketika lebih dari 90 orang tewas dalam bentrokan jalanan antara tentara dan demonstran yang mendukung kakak Yingluck, mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra. Thailand adalah sekutu AS tertua di Asia, dengan Washington menandatangani perjanjian dengan kerajaan yang kemudian dikenal sebagai Siam pada tahun 1833. Tetapi diplomasi AS baru-baru ini bertujuan untuk menyelesaikan polarisasi Thailand telah mendapat sambutan beragam. Pemerintah pada tahun 2010 mengajukan protes setelah utusan AS bertemu dengan pemain politik pro-Thaksin. (*/sun)